Ribuan Lampion Akan Terangi Borobudur Saat Puncak Waisak 2026
Marknews.id — Perayaan Waisak 2026 di kawasan Candi Borobudur kembali dipersiapkan sebagai momentum spiritual dan budaya yang terbuka bagi masyarakat luas. Melalui penyelenggaraan yang dikelola InJourney Destination Management, publik tidak hanya diajak menyaksikan tradisi keagamaan, tetapi juga merasakan pengalaman reflektif di salah satu situs warisan dunia Indonesia.
Salah satu agenda yang paling dinanti dalam rangkaian Waisak tahun ini adalah prosesi pelepasan lampion pada malam puncak perayaan. Tradisi tersebut selama ini menjadi simbol harapan, doa, sekaligus perjalanan batin yang sarat makna.
“Tradisi pelepasan lampion dalam perayaan Waisak tidak sekadar indah secara visual, tetapi juga mencerminkan perjalanan batin untuk berefleksi, menenangkan diri, dan menguatkan harapan. Cahaya lampion yang terbang ke langit membawa doa dan harapan, menghadirkan suasana yang penuh makna di tengah kemegahan warisan budaya dunia. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bisa mengikuti prosesi ini secara khidmat dan nyaman,” jelas Direktur Komersial IDM Richard Gistang Panutur di Yogyakarta, Kamis (7/5/2026).
Untuk mendukung partisipasi masyarakat, IDM membuka penjualan tiket pelepasan lampion melalui laman resmi mereka. Paket utama ditawarkan dengan harga Rp950 ribu untuk wisatawan nusantara dan Rp1,2 juta bagi wisatawan mancanegara.
Dalam paket tersebut, peserta memperoleh akses mengikuti pelepasan lampion pada 31 Mei 2026, tiket masuk kawasan, hingga sejumlah perlengkapan pendukung seperti kaus merchandise Waisak, tote bag, kartu harapan, jas hujan, mini flashlight, dan layanan shuttle kendaraan listrik pulang-pergi. Penjualan tiket telah berlangsung sejak 18 April hingga 31 Mei 2026.
Selain paket reguler, penyelenggara juga menawarkan pengalaman yang lebih mendalam melalui paket lampion dan sunrise pradaksina. Program ini mengajak peserta mengikuti ritual berjalan meditasi mengelilingi Borobudur pada pagi hari setelah pelepasan lampion berlangsung.
Dalam prosesi tersebut, peserta diajak menjalani praktik mindfulness dengan berjalan perlahan sambil memusatkan perhatian pada langkah kaki, ritme napas, dan suasana pagi di kawasan candi. Paket ini dipasarkan seharga Rp1,35 juta untuk wisatawan domestik dan Rp1,75 juta untuk wisatawan asing.
Fasilitas yang diberikan mencakup tiket pelepasan lampion, akses kawasan selama dua hari pada 31 Mei dan 1 Juni 2026, tiket sunrise pradaksina, layanan upanat, hingga transportasi kendaraan listrik di area wisata.
Tak hanya bagi peserta ritual, IDM juga menyiapkan opsi bagi masyarakat yang ingin menyaksikan momen pelepasan lampion dari tribun khusus di sisi selatan Marga Utama Borobudur. Tiket tribun dibanderol Rp250 ribu untuk wisatawan nusantara dan Rp350 ribu untuk wisatawan mancanegara.
Sementara itu, pengunjung yang hanya ingin menikmati atmosfer Waisak di kawasan Taman Wisata Borobudur dapat membeli tiket masuk reguler dengan harga Rp65 ribu untuk wisatawan domestik dan Rp150 ribu bagi wisatawan asing. Penjualan tiket kategori ini dijadwalkan mulai 9 Mei hingga 31 Mei 2026.
Richard menilai perayaan Waisak di Borobudur tidak hanya menjadi agenda keagamaan tahunan, melainkan juga ruang perjumpaan nilai spiritual, budaya, dan kemanusiaan.
“Pelepasan lampion bukan hanya sebuah tradisi, melainkan momentum refleksi yang mengajak kita semua untuk melepaskan hal-hal yang membebani, sekaligus menumbuhkan harapan baru. Kami berharap setiap pengunjung dapat merasakan ketenangan, kebersamaan, serta makna mendalam dari perayaan ini,” ujarnya.
Melalui pengelolaan yang lebih tertata, perayaan Waisak diharapkan mampu memperkuat citra Borobudur sebagai destinasi wisata spiritual kelas dunia, sekaligus mendorong nilai toleransi dan harmoni budaya di tengah masyarakat.











