DIY Perpanjang Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi hingga Maret 2026
Marknews.id – Yogyakarta – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga Maret 2026. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang masih mengancam wilayah DIY seiring berlanjutnya musim hujan.
Perpanjangan status siaga darurat tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur DIY Nomor 432 Tahun 2025 dan berlaku mulai 20 Desember 2025 hingga 19 Maret 2026. Ancaman yang diwaspadai meliputi banjir, tanah longsor, angin kencang, dan cuaca ekstrem lainnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Agustinus Ruruh Haryata, mengatakan perpanjangan status ini didasarkan pada prakiraan cuaca yang menunjukkan intensitas hujan masih tinggi, dengan puncak diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari. Menurut dia, langkah tersebut penting untuk memastikan kesiapsiagaan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
“Penetapan status siaga darurat menjadi dasar penguatan koordinasi, percepatan penanganan, dan kesiapan sumber daya apabila terjadi bencana,” kata Ruruh, 13 Januari 2026.
BPBD DIY mencatat sejumlah kejadian hidrometeorologi telah terjadi di berbagai wilayah, seperti banjir lokal, tanah longsor, pohon tumbang, hingga kerusakan infrastruktur akibat angin kencang. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa potensi bencana masih tinggi dan membutuhkan kewaspadaan bersama.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan rawan bencana, untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Warga diminta rutin memantau kondisi lingkungan, membersihkan saluran air, serta mewaspadai tanda-tanda alam yang berpotensi memicu bencana.
Perpanjangan status siaga darurat ini diharapkan dapat memperkuat langkah mitigasi dan respons cepat. Sekaligus menekan risiko kerugian jiwa maupun material akibat bencana hidrometeorologi di wilayah DIY.
Bencana hidrometeorologi merupakan bencana alam yang dipicu oleh kondisi cuaca, iklim, dan air. Jenis bencana ini terjadi akibat perubahan atau ekstremnya unsur-unsur cuaca seperti hujan, angin, suhu, dan kelembapan. Jenis-jenis bencana hidrometeorologi antara lain banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hujan ekstrem dan lain-lain.











