Beranda Jogja Tempo Doeloe Nama Kalurahan di DIY Banyak yang Memiliki Ciri Khas
Jogja Tempo Doeloe

Nama Kalurahan di DIY Banyak yang Memiliki Ciri Khas

Gambar : Arsip Pemerintah Gunung Kidul

Makrnews.id – PERNAHKAH Anda memperhatikan? Sejumlah nama kalurahan di Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya di Kabupaten Sleman dan Bantul, memiliki ciri khas tertentu. Dari nama tersebut, kita dapat mengidentifikasi kecamatan atau kapanewonnya.

Misalnya, ketika mendengar nama dengan akhiran Binangun seperti Purwobinangun, Hargobinangun, Harjobinangun, dan Candibinangun, maka dengan cepat dapat diketahui bahwa kalurahan tersebut berada di Kecamatan atau Kapanewon Pakem. Masih ada satu kalurahan lainnya, yakni Pakembinangun.

Kemudian, saat mendengar nama Kalurahan Purwomartani, Tirtomartani, Selomartani, dan Tamanmartani, akan langsung diketahui bahwa kalurahan tersebut berada di Kecamatan atau Kapanewon Kalasan. Meski terkadang muncul kebingungan karena ada kapanewon lain yang juga memiliki nama berakhiran martani, seperti Sindumartani, Wedomartani, Widodomartani, Umbulmartani, dan Bimomartani.

Contoh lain adalah Sendangmulyo, Sendangarum, Sendangrejo, Sendangagung, dan Sendangsari yang berada di Kapanewon Minggir.

Sementara itu, di Kabupaten Bantul terdapat Kalurahan Mulyodadi, Kalurahan Sidomulyo, dan Kalurahan Sumbermulyo yang berada di Kapanewon Bambanglipuro. Selain itu, terdapat Gadingsari, Gadingharjo, Murtigading, dan Srigading di Kapanewon Sanden, serta Tirtomulyo, Parangtritis, Donotirto, Tirtosari, dan Tirtohargo di Kapanewon Kretek.

Nama-nama kalurahan tersebut merupakan nama-nama baru yang ditetapkan setelah Sri Sultan Hamengku Buwono IX mengeluarkan Maklumat Pemerintah Daerah Istimewa Negara Republik Indonesia Jogjakarta Nomor 5 Tahun 1948. Maklumat tersebut berisi kebijakan blengkedan atau penggabungan beberapa kalurahan menjadi satu kalurahan baru.

Hasil blengkedan tersebut membuat DIY yang semula terbagi dalam 796 kalurahan menjadi 375 kalurahan. Beberapa nama kalurahan menunjukkan gabungan dari beberapa kalurahan sebelumnya, misalnya Condongcatur yang merupakan gabungan dari empat kalurahan, Caturtunggal juga dari empat kalurahan, Caturharjo gabungan empat kalurahan, serta Triharjo dan Trimulyo yang merupakan gabungan dari dua kalurahan.

Dengan adanya blengkedan tersebut, maka ulang tahun atau hari jadi banyak kalurahan di DIY ini hampir bersamaan waktunya. (****)

 

Sebelumnya

Pembukaan Bandung Zoo Dinilai Prematur, Geopix Tekankan Evaluasi Menyeluruh

Selanjutnya

Ustadz Bachtiar Nasir Pimpin Doa dan Dzikir Bersama Warga Terdampak Bencana di Aceh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement