Beranda Kolom UBN Ustadz Bachtiar Nasir Pimpin Doa dan Dzikir Bersama Warga Terdampak Bencana di Aceh
Kolom UBN

Ustadz Bachtiar Nasir Pimpin Doa dan Dzikir Bersama Warga Terdampak Bencana di Aceh

MARKNEWS.ID, ACEH – Penguatan spiritual menjadi bagian penting dalam proses pemulihan masyarakat Aceh pascabencana. Pada Jumat malam (16/1/2026), Ustadz Bachtiar Nasir hadir langsung di tengah warga terdampak untuk memimpin doa dan dzikir bersama sebagai bentuk dukungan moril dan keagamaan.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana khusyuk dan penuh ketenangan. Warga mengikuti lantunan ayat suci Al-Qur’an dan dzikir yang dipimpin langsung oleh Ustadz Bachtiar Nasir. Momen ini menjadi sarana refleksi sekaligus penguatan batin bagi masyarakat yang tengah menghadapi cobaan berat.

Ustadz Bachtiar Nasir menyampaikan bahwa kehadirannya di Aceh merupakan wujud kepedulian sekaligus ikhtiar spiritual untuk menguatkan umat di tengah musibah. “Alhamdulillaah, malam tadi 16 Januari 2026 kami hadir di tengah masyarakat Aceh yang terdampak bencana,” kata Ustadz Bachtiar Nasir.

Menurutnya, doa dan dzikir bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga media untuk membangun keteguhan hati dan solidaritas sosial. Ia menekankan bahwa kebersamaan dalam doa mampu mengurangi beban psikologis yang dirasakan para korban bencana.

“Dalam suasana doa dan dzikir bersama, kami belajar bahwa duka tidak harus dipikul sendirian. Ayat-ayat Al-Qur’an dilangitkan, nama Allah disebut berulang, sebagai ikhtiar agar hati yang lelah kembali tenang dan iman yang sempat goyah kembali dikuatkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ustadz Bachtiar Nasir berharap kegiatan spiritual semacam ini dapat menjadi bagian dari proses penyembuhan mental masyarakat Aceh. Ia menilai bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan bantuan fisik, tetapi juga sentuhan rohani agar warga mampu bangkit dan melanjutkan kehidupan.

“Semoga kehadiran ini menjadi pengingat bahwa rahmat Allah selalu dekat, menjadi obat bagi luka, cahaya bagi gelap, dan harapan baru bagi Aceh yang sedang diuji,” pungkasnya.

Doa dan dzikir bersama tersebut diharapkan dapat memperkuat ketabahan masyarakat Aceh, sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik setiap ujian, selalu ada jalan pengharapan dan kebersamaan.

Sebelumnya

Nama Kalurahan di DIY Banyak yang Memiliki Ciri Khas

Selanjutnya

Sambut Ramadhan, Tiga Desa di Aceh Timur Gelar Kenduri dan Masak Bersama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement