Hujan Lebat Picu Longsor dan Pohon Tumbang, DIY Siaga Darurat Hidrometeorologi
MARKNEWS.ID, YOGYAKARTA — Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi setelah hujan mengguyur hampir seluruh wilayah sejak Jumat, 26 Desember 2025. Cuaca ekstrem memicu longsor, banjir, dan pohon tumbang di sejumlah kabupaten.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata mengatakan penanganan masih berlangsung dan pendataan dampak belum final. “Data bersifat sementara dan terus diperbarui,” kata Agustinus dalam laporan Pusdalops BPBD DIY, Jumat malam.
Kabupaten Bantul mencatat dampak paling banyak. BPBD setempat menerima laporan 61 kejadian, terdiri atas tujuh titik gerakan tanah di wilayah Imogiri, Piyungan, dan Dlingo, serta 54 titik pohon tumbang di Sanden, Kretek, dan Imogiri. Longsor dan pohon tumbang merusak rumah warga, talud, akses jalan, jaringan listrik, hingga fasilitas umum.
Di Gunungkidul, cuaca ekstrem menyebabkan pohon tumbang, genangan air, serta luapan Sungai Oyo di sejumlah titik di Kecamatan Tanjungsari, Wonosari, dan Playen. Kerusakan dikategorikan ringan dengan estimasi kerugian sekitar Rp900 ribu.
Sementara itu, di Kulon Progo, longsor menimpa rumah warga di Sidowayah, Kalurahan Hargowilis, Kecamatan Kokap, Jumat malam. Longsor menyebabkan dinding rumah jebol. Tidak ada laporan korban jiwa.
BPBD DIY juga melaporkan aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga). Pada periode pengamatan 26 Desember 2025 tercatat 77 kali gempa guguran dan 59 kali gempa hybrid. Satu kali guguran lava teramati meluncur ke arah Kali Bebeng sejauh 1,5 kilometer.
BMKG mencatat terjadi tiga gempa bumi tidak dirasakan di wilayah DIY dengan magnitudo 2,5 hingga 2,6 dan kedalaman 15 hingga 105 kilometer.
BPBD DIY mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir, terutama di wilayah Sleman utara, Kulon Progo utara, Gunungkidul bagian selatan–tengah, dan Bantul selatan. Warga diminta membersihkan saluran air, memangkas pohon rawan tumbang, serta menghindari aktivitas di lokasi berisiko bencana.









