AstraPay Rayakan HUT ke-6, Tegaskan Komitmen Digitalisasi UMKM Nasional
Marknews.id — PT AstraPay menegaskan komitmennya dalam mendorong digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta memperkuat inklusi keuangan nasional pada momentum perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-6 perusahaan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Media & UMKM Gathering yang digelar di Yogyakarta sebagai bagian dari rangkaian perayaan bertajuk “Semesta Berpesta”.
President Director Arthur Purnama mengatakan digitalisasi saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi pelaku UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan pola transaksi masyarakat.
“Digitalisasi tidak hanya berbicara mengenai transaksi, tetapi bagaimana teknologi dapat membantu masyarakat dan UMKM berkembang secara berkelanjutan,” kata Arthur.
Menurutnya, sektor UMKM masih menjadi tulang punggung ekonomi nasional dengan kontribusi sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Dengan jumlah mencapai lebih dari 64 juta unit usaha, digitalisasi UMKM dinilai menjadi agenda strategis nasional.
Sejalan dengan pertumbuhan ekosistem pembayaran digital nasional, AstraPay mencatat telah melayani lebih dari 17,5 juta pengguna dengan volume transaksi menembus 90 juta transaksi per tahun.
Perusahaan juga memperluas dukungan bagi pelaku usaha kecil melalui integrasi layanan pembayaran berbasis QRIS, penguatan literasi keuangan, hingga akses pembiayaan usaha melalui kolaborasi dengan FIFGROUP.
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan manfaat layanan digital tersebut adalah Istiqomah (51), pemilik usaha di kawasan Maguwoharjo, Sleman. Ia mengaku penggunaan AstraPay mempermudah transaksi pembayaran di tokonya sekaligus memberikan rasa aman bagi dirinya maupun pelanggan.
“Sekarang pembayaran jadi lebih mudah, cepat, dan aman. Pembeli juga lebih nyaman karena banyak yang sudah terbiasa transaksi digital,” ujar Istiqomah.
Dalam rangkaian HUT ke-6 ini, AstraPay menggelar kegiatan di enam kota, yakni Denpasar, Yogyakarta, Malang, Makassar, Bandung, dan Jakarta dengan melibatkan lebih dari 100 UMKM lokal untuk masuk ke dalam ekosistem digital.
Melalui langkah tersebut, perusahaan menargetkan semakin banyak pelaku UMKM yang mampu beradaptasi dengan ekonomi digital sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.









