Tren Parcel Lebaran Berubah, AZKO Metro Sunter Tawarkan Konsep Personal Berbasis AI
Pelitadigital.com – Menjelang Idul Fitri 2026, pola pemberian parcel di tengah masyarakat mulai menunjukkan pergeseran. Jika sebelumnya parcel identik dengan bingkisan makanan, kini tren beralih ke hadiah yang lebih personal, fungsional, dan memiliki nilai guna jangka panjang.
Menangkap perubahan tersebut, AZKO Metro Sunter menghadirkan inovasi parcel berbasis pendekatan customer-centric. Konsep ini menitikberatkan pada pemahaman karakter penerima hadiah, bukan sekadar nilai anggaran. Inovasi ini juga diperkuat dengan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu proses visualisasi parcel.
Senior Store Manager AZKO Metro Sunter, Sekar Tyas Nareswari, menjelaskan bahwa perubahan perilaku konsumen tidak lepas dari perkembangan teknologi digital, khususnya AI.
“Sejak AI mulai banyak digunakan, pelanggan mencari ide parcel melalui platform seperti ChatGPT, Gemini, atau DeepSeek, bukan hanya melalui mesin pencari atau media sosial. Hal ini kami tangkap sebagai peluang untuk menghadirkan parcel yang lebih personal dan berbeda,” ujar Sekar.
Dalam implementasinya, tim AZKO melakukan pendekatan langsung dengan pelanggan melalui wawancara singkat. Proses ini bertujuan menggali kebutuhan dan preferensi penerima parcel agar isi bingkisan benar-benar relevan.
Produk yang ditawarkan pun beragam dan tidak terbatas pada kebutuhan konsumsi. Mulai dari water dispenser, rak penyimpanan, brankas, peralatan berkebun, koper, hingga perangkat rumah tangga seperti air purifier, AC portable, dan air cooler menjadi pilihan yang dapat disesuaikan.
Sekar menjelaskan, teknologi AI digunakan sebagai alat bantu untuk merancang tampilan parcel sebelum dirakit secara fisik.
“Produk yang dipilih pelanggan kami dokumentasikan, kemudian dimasukkan ke dalam aplikasi AI dengan prompt yang tepat. Dari situ, AI membantu memvisualisasikan susunan parcel, bahkan dalam bentuk gambar seolah sudah jadi. Hasil tersebut kemudian menjadi panduan tim dalam membuat parcel aslinya. Ketika pelanggan merasa hadiah itu tepat, nilai emosionalnya jauh lebih tinggi,” papar Sekar.
Menurutnya, pendekatan berbasis kebutuhan ini turut berdampak pada peningkatan minat konsumen terhadap parcel.
“Bagi kami, customer-centric berarti memahami kebutuhan pelanggan dan membantu mereka memberikan sesuatu yang tepat. Kami juga melihat penjualan parcel mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya, seiring dengan adanya pergeseran tren kebutuhan pelanggan,” lanjut Sekar.
Perubahan konsep ini juga mampu menarik pelanggan yang sebelumnya tidak mempertimbangkan pemberian parcel. Salah satunya diungkapkan oleh Bayu Tejomurti, warga Apartemen Metro Sunter.
“Awalnya saya tidak kepikiran memberi parcel karena sering kali tidak sesuai kebutuhan penerima. Namun setelah dijelaskan, pendekatan tim AZKO terasa inspiratif dan membuat parcel menjadi lebih personal serta bermanfaat,” ujarnya.
Selain menghadirkan inovasi produk dan layanan, AZKO Metro Sunter juga memperluas makna customer-centric melalui kegiatan sosial. Pada 17 Maret 2026, perusahaan menggelar aksi bersih-bersih di Masjid Jami Baitul Hikmah, Sunter Agung.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan brand dengan lingkungan pelanggan sekaligus mengedukasi pentingnya kebersihan dengan dukungan peralatan yang tepat.
“Customer-centric tidak hanya dilakukan di dalam toko, tetapi juga hadir dalam kehidupan pelanggan. Kegiatan bersih masjid ini sudah menjadi bagian dari kepedulian kami, sekaligus menginspirasi bahwa membersihkan dapat dilakukan dengan mudah menggunakan peralatan yang tepat, tanpa drama dan pasti puas,” jelas Sekar.
Sementara itu, Area Manager AZKO, Sigit Prabowo, menilai pendekatan ini sebagai strategi untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
“Melalui konsep ini, AZKO menunjukkan bahwa retail modern tidak hanya berfokus pada transaksi, tetapi juga pada pengalaman dan hubungan yang bermakna. Hal ini sejalan dengan komitmen AZKO sebagai mitra solusi kebutuhan rumah tangga dan gaya hidup,” pungkas Sigit.









