Ribuan Barang Penumpang Tertinggal di Kereta Daop 5 Purwokerto, 98 Persen Lebih Berhasil Dikembalikan
Makrnews.id, Purwokerto – Sepanjang Januari hingga awal Desember 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto mencatat ribuan barang penumpang tertinggal di stasiun maupun di dalam rangkaian kereta. Melalui optimalisasi layanan Lost and Found, KAI berhasil mengembalikan hampir seluruh barang tersebut kepada pemiliknya.
Pelaksana Harian Manager Humas Daop 5 Purwokerto, Imanuel Setya Budi Harwanto, mengungkapkan bahwa selama periode tersebut petugas menemukan total 1.436 barang tertinggal. Temuan itu mencakup barang berharga seperti ponsel, perhiasan, dompet, hingga dokumen penting, serta barang umum seperti pakaian, koper, sandal, sepatu, helm, dan makanan.
“Dari total 1436 barang yang ditemukan selama Januari hingga awal Desember 2025, sebanyak 1421 barang atau sekitar 98,69% telah selesai diproses. Saat ini masih terdapat 15 barang dengan rincian 2 barang biasa dan 13 barang berharga yang tersimpan di 3 lokasi pos Lost and Found,” ujar Imanuel.
Tingginya angka pengembalian tersebut tidak lepas dari dukungan sistem keamanan berbasis teknologi. KAI Daop 5 Purwokerto memaksimalkan pemanfaatan kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di seluruh rangkaian kereta serta hampir di seluruh area stasiun. Keberadaan CCTV membantu petugas dalam melakukan verifikasi laporan kehilangan, sekaligus menjaga rasa aman penumpang selama berada di lingkungan perkeretaapian.
Layanan Lost and Found Daop 5 saat ini terpusat di tiga stasiun besar, yakni Stasiun Purwokerto, Stasiun Kutoarjo, dan Stasiun Cilacap. Penumpang yang kehilangan barang dapat melapor langsung kepada petugas di stasiun atau melalui Contact Center KAI di nomor 121.
Menurut Imanuel, keberadaan layanan ini tidak hanya berdampak bagi pemilik barang, tetapi juga membawa manfaat sosial yang lebih luas. “Layanan ini memberikan kepastian, rasa aman, serta kenyamanan tambahan bagi pelanggan yang melakukan perjalanan. Selain itu, barang-barang yang tidak diambil pemilik dan kemudian disalurkan kepada lembaga sosial juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Jadi, selain menjaga kepercayaan pelanggan, layanan ini juga menjadi sarana berbagi bagi sesama,” jelasnya.
Di sisi lain, KAI tetap mengingatkan penumpang agar lebih waspada terhadap barang bawaannya. Ia mengimbau agar pelanggan selalu melakukan pengecekan sebelum turun dari kereta atau meninggalkan area stasiun. Meski telah tersedia sistem pencatatan dan penyimpanan yang tertib di setiap pos Lost and Found, proses pengambilan barang tetap harus melalui tahapan identifikasi dan verifikasi data demi memastikan keabsahan kepemilikan.
Dengan penguatan layanan Lost and Found yang terintegrasi dengan sistem keamanan serta didukung petugas yang sigap, KAI Daop 5 Purwokerto optimistis kepercayaan publik terhadap layanan kereta api akan terus meningkat, seiring upaya menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan memberi manfaat bagi masyarakat.











