Beranda Berita Utama Ojol dari Yogya Gabung Aksi ke Istana
Berita Utama

Ojol dari Yogya Gabung Aksi ke Istana

Marknews.id , Yogyakarta – Rombongan ojek online (ojol) dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi berangkat menuju Jakarta untuk bergabung dalam Aksi Nasional di Istana Negara pada Kamis, 20 November. Aksi ini merupakan kelanjutan dari upaya panjang para mitra ojol dalam memperjuangkan regulasi yang lebih adil serta peningkatan kesejahteraan bagi pekerja transportasi daring.

Pagi tadi, komunitas ojol DIY menggelar doa bersama sebelum keberangkatan. Sebanyak 35 orang berangkat menggunakan mobil, sementara peserta lain yang mengendarai motor sudah lebih dulu melaju menuju Jakarta. Mereka akan bertemu dengan perwakilan dari 14 daerah lain di seluruh Indonesia.

Ketua Forum Ojek Online Yogyakarta Bergerak (FOYB), Wuri Ramawati, menegaskan bahwa perjuangan ini lahir dari rasa jenuh karena tuntutan yang tak kunjung ditanggapi pemerintah.

“Tuntutan kita selama ini belum didengarkan. Kita sudah berkali-kali aksi di daerah, termasuk aksi nasional pada 20 Mei kemarin, dan tetap belum ada respons berarti. Karena itu, 14 daerah sepakat bergerak bersama ke Jakarta,” ujar Wuri, Rabu, 10 November 2025.

Dalam acara pelepasan tersebut, Wuri menyampaikan pesan khusus kepada seluruh peserta aksi, terutama yang berasal dari DIY. Menurutnya, moralitas dan kondusivitas adalah nilai yang melekat pada identitas Yogyakarta sebagai kota yang damai dan ramah.

“Saya mengajak rekan-rekan Mitra Ojol yang berjuang di Jakarta untuk tidak terprovokasi. Jangan sampai ada tindakan anarkis yang justru merusak tujuan perjuangan kita,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa penyampaian aspirasi harus dilakukan dengan santun, tertib, dan bertanggung jawab. Wuri juga menekankan pentingnya menjaga pelayanan di wilayah DIY tetap berjalan normal agar warga dan wisatawan tetap merasa aman serta terlayani.

“Mari kita jaga kondusivitas daerah masing-masing, juga kondusivitas Jakarta. Keselamatan rekan-rekan adalah yang utama,” ujarnya.

FOYB menegaskan bahwa tuntutan yang dibawa ke Jakarta masih sama seperti aksi sebelumnya, yakni:

  1. Kenaikan tarif bersih untuk ojol roda dua (R2).

  2. Regulasi yang jelas untuk pengantaran makanan dan barang, baik oleh ojol maupun kurir (kurol).

  3. Penetapan tarif bersih untuk mitra roda empat (R4).

  4. Pembentukan undang-undang khusus yang mengatur transportasi daring secara nasional.

Keempat poin ini dianggap krusial karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan hidup para mitra ojol di seluruh Indonesia.

Komunitas ojol di Yogyakarta selama ini dikenal memiliki solidaritas kuat serta komitmen menjaga keistimewaan daerah. Mereka menyadari bahwa Yogyakarta bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga pusat wisata dan pendidikan yang menjunjung kenyamanan publik.

“Semoga rekan-rekan yang melakukan aksi diberikan keselamatan selama perjalanan, pergi dan pulang, serta membawa hasil terbaik bagi seluruh mitra ojol di Indonesia,” kata Wuri menutup pernyataannya.

Pesan damai dari FOYB diharapkan menjadi panduan bagi seluruh peserta aksi dari Yogyakarta sekaligus contoh bagi komunitas ojol dari daerah lain dalam menyampaikan aspirasi tanpa mengorbankan keamanan, ketertiban, dan nama baik daerah asal.

Sebelumnya

Ketika Imam Nawawi Menyusun Taman Akhlak bagi Umat

Selanjutnya

Dulu Air Mancur, Kini Titik Nol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement