Beranda Serba-Serbi Pemugaran Candi Mendut Jadi Sarana Edukasi Kreatif, Libatkan Generasi Muda dan Destinasi Wisata Sekitar
Serba-Serbi

Pemugaran Candi Mendut Jadi Sarana Edukasi Kreatif, Libatkan Generasi Muda dan Destinasi Wisata Sekitar

MARKNEWS.ID , YOGYAKARTA– Proyek pemugaran Candi Mendut yang tengah berlangsung sejak awal tahun ini menghadirkan pendekatan berbeda dalam mengenalkan konservasi kepada publik. Tidak sekadar memperbaiki fisik bangunan warisan dunia, kegiatan ini dirancang sebagai sarana edukasi kreatif yang melibatkan generasi muda serta destinasi wisata di sekitarnya.

Candi Mendut, bagian dari kompleks Borobudur yang diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO sejak 1991, saat ini menjalani tahap perbaikan penting guna menjaga keberlanjutannya sebagai sumber sejarah, ilmu pengetahuan, dan identitas budaya. Namun, terbatasnya akses kunjungan selama masa pemugaran justru dimanfaatkan untuk menghadirkan program interaktif bagi masyarakat.

Unit Pengelola Warisan Dunia Borobudur, Museum, dan Cagar Budaya meluncurkan dua agenda utama, yaitu Lomba Konten Reels Pemugaran Candi Mendut serta Workshop Membuat dan Mewarnai Gerabah. Kedua program ini menjadi sarana edukasi publik tentang pentingnya konservasi sekaligus alternatif wisata budaya berbasis partisipasi.

“Pemugaran bukan sekadar pekerjaan teknis. Ini adalah momentum membangun apresiasi publik terhadap cagar budaya, terutama generasi muda,” ujar Dian Eka Puspitasari, Pamong Budaya Ahli Muda yang juga staf Tim Pengembangan Bisnis, Pemasaran, dan Pemanfaatan Aset Museum dan Cagar Budaya.

Lomba konten reels yang dimulai 17 Agustus 2025 diperpanjang hingga 7 September 2025, memberikan waktu lebih bagi peserta untuk menggarap karya visual yang menyoroti proses pemugaran. Sementara itu, workshop gerabah yang digelar 31 Agustus 2025 bersama Sanggar Lemah Urip dari Desa Nglipoh berhasil menarik minat peserta lintas usia.

Tak hanya sebatas lomba dan workshop, kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas destinasi wisata dan edukasi. Mitra seperti Taman Pintar Yogyakarta, Ketep Pass Magelang, dan Museum Benteng Vredeburg turut berpartisipasi dengan memberikan tiket masuk gratis bagi pemenang lomba maupun peserta terpilih workshop.

Langkah ini dinilai strategis karena memperluas jejaring wisata budaya di kawasan Magelang dan Yogyakarta. “Sinergi ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata edukatif,” tambah Dian Eka Puspitasari.

Inisiatif kreatif ini menegaskan bahwa pemugaran Candi Mendut tidak hanya fokus pada penyelamatan struktur candi, tetapi juga menjaga ingatan kolektif bangsa. Melalui program berbasis partisipasi, candi kembali hidup sebagai ruang belajar, ruang berkarya, dan destinasi wisata yang relevan dengan generasi digital.

Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, pelestarian cagar budaya kini tak lagi dipandang sebagai tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga warisan bersama yang harus dijaga dan diteruskan kepada generasi masa depan.

 

Sebelumnya

KAI Perbarui Layanan WhatsApp Contact Center 121, Pelanggan Kini Lebih Mudah Akses Informasi Perjalanan

Selanjutnya

HUT ke-80, KAI Daop 5 Purwokerto Gelar Lomba Foto Bertema Kereta Api dan Arsitektur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement