Beranda Pendidikan Menteri Perdagangan Buka KKN UGM, Mahasiswa Didorong Majukan Ekonomi Desa
Pendidikan

Menteri Perdagangan Buka KKN UGM, Mahasiswa Didorong Majukan Ekonomi Desa

MARKNEWS.ID, YOGYAKARTA— Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, secara langsung melepas ribuan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di berbagai wilayah Nusantara. Pelepasan yang berlangsung di Lapangan Pancasila UGM pada Jumat sore, 20 Juni 2025, menjadi momentum penting untuk menegaskan sinergi antara program pengabdian mahasiswa dan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) nasional.

Dengan nada santai namun sarat makna, Budi mengungkapkan kisah pribadinya saat mengikuti KKN semasa kuliah di Universitas Sebelas Maret. Momen itu tak hanya menjadi pengalaman belajar di lapangan, tetapi juga mempertemukannya dengan sang istri.

“KKN itu kisah kasih nyata,” ujar Budi, disambut riuh tepuk tangan ribuan mahasiswa.

Dalam arahannya, Budi menegaskan bahwa tema-tema KKN-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM selaras dengan fokus pemerintah untuk menjadikan UMKM naik kelas, khususnya dalam menembus pasar ekspor. Ia pun memberi tantangan kepada mahasiswa agar dapat mengidentifikasi potensi ekspor dari unit usaha di desa-desa lokasi KKN.

“Banyak yang bisa dilakukan pemberdayaan UMKM. Kami punya program UMKM bisa ekspor, mahasiswa bisa membantu identifikasi mana usaha masyarakat yang memiliki potensi ekspor,” katanya.

Tak hanya berhenti pada imbauan, Budi menunjukkan komitmen konkret dengan membagikan nomor kontak pejabat setingkat direktur jenderal kepada para mahasiswa, bahkan membagikan nomor pribadinya jika kelak laporan mereka tak direspons.

“Kalau telepon ke pak Dirjen tidak ditanggapi, laporkan ke saya,” tegasnya.

KKN-PPM Terbesar Sepanjang Sejarah UGM

Pada periode kedua tahun 2025 ini, UGM kembali mencatat rekor. Sebanyak 8.038 mahasiswa KKN-PPM yang tergabung dalam 287 unit akan diterjunkan ke 35 provinsi, mencakup 122 kabupaten/kota dan 236 kecamatan. Skala ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah pelaksanaan KKN-PPM UGM untuk satu periode.

Rektor UGM, Ova Emilia, menegaskan pentingnya orientasi baru KKN-PPM yang tidak hanya sebatas mendampingi masyarakat, tetapi juga menekankan pemilihan tema yang lebih strategis dan relevan dengan kondisi aktual.

“Arah baru orientasi KKN-PPM UGM ke depan tidak hanya menitikberatkan pada peran mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat, tetapi juga perlu difokuskan pada penentuan tema yang lebih strategis,” ujar Ova.

Program KKN-PPM UGM periode ini mengusung tema Pemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Menghadapi Perubahan Iklim. Isu ketahanan pangan menjadi sorotan, mengingat dampak nyata perubahan iklim yang kian mengancam produktivitas pertanian desa.

“Penguatan kapasitas petani lokal, diversifikasi komoditas, dan adopsi teknologi ramah lingkungan menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan ini,” jelas Arie Sudjito, Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni.

Mengabdi Hingga Ujung Nusantara

Dari total peserta, sejumlah tim akan bertugas di lokasi terjauh seperti Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Riau. Kania Irianty, Ketua Tim Mendaka Mimika, bersiap membawa program inovatif berupa Festival Onaki di Kampung Atuka, Mimika, serta penguatan peran perempuan di sektor UMKM setempat.

Di Riau, Tim Bentala Melayu mengawali pengabdian mereka dengan tekad kuat meski menghadapi berbagai tantangan pendanaan. Ketua tim, Ricky Kurniawan, menuturkan perjalanannya tak lepas dari dukungan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM dan Bakti BCA.

Sementara itu, Sailal Arimi selaku Dosen Pembimbing Lapangan mengungkapkan harapannya agar mahasiswa dapat menuntaskan program pembangunan desa wisata Dayun secara digital di Siak.

“Tentunya bukan perjalanan yang mudah. Program yang kami usung adalah membangun desa wisata Dayun secara digital. Pemerintah daerah ingin agar Kota Siak sebagai pusat kebudayaan Indonesia,” ujarnya.

Menguatkan Kolaborasi Lintas Sektor

Sejak diinisiasi pada 1951, KKN UGM telah menjadi jembatan nyata antara kampus, masyarakat, industri, hingga pemerintah daerah. Tahun ini, KKN-PPM UGM berkolaborasi dengan 39 mitra organisasi dan industri, serta menggandeng 34 pemerintah daerah. Sinergi ini diharapkan menjadi pendorong keberlanjutan pengabdian dan kontribusi UGM bagi kemajuan bangsa.

 

Sebelumnya

Meriah! JVWF 2025 Akan Tampilkan Evolusi VW Bus dari Generasi Awal hingga Era Listrik

Selanjutnya

Siti Mutiah Setiawati, Tegaskan Harmoni Antara Nilai dan Geopolitik dalam Politik Indonesia ke Timur Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement