Rakerwil I Adaksi DIY Tegaskan Arah Pembenahan Organisasi dan Advokasi Dosen
Marknews.id, Yogyakarta — Dewan Pimpinan Wilayah Aliansi Dosen ASN Kemendiktisaintek Seluruh Indonesia (Adaksi) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke-1 sebagai langkah awal memperkuat tata kelola organisasi sekaligus memperluas peran strategis Adaksi di tingkat regional. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 10 Januari 2026, di Auditorium Gedung Soekiman Widjosandjojo, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.
Rakerwil ini menjadi kelanjutan dari Rakernas ke-1 Adaksi yang digelar di Malang pada Agustus 2025. Fokus utama forum wilayah tersebut diarahkan pada evaluasi komposisi kepengurusan, penyesuaian personalia, serta penyelarasan program kerja agar organisasi mampu bergerak lebih adaptif terhadap dinamika pendidikan tinggi di DIY.
Peserta yang hadir berasal dari jajaran pengurus DPW Adaksi DIY, perwakilan MPO atau Dewan di tingkat DPP, serta pengurus DPC Adaksi dari ISI Yogyakarta dan LLDIKTI Wilayah V. Diskusi berlangsung dalam suasana formal namun terbuka, dengan penekanan pada kolaborasi lintas institusi dan penguatan peran organisasi di daerah.
Agenda pembukaan ditandai dengan pelantikan Pengurus DPC Adaksi ISI Yogyakarta dan DPC LLDIKTI V. Momentum ini dipandang sebagai langkah konkret memperluas jejaring organisasi sekaligus memperkuat struktur kepengurusan Adaksi di tingkat cabang.
Dalam sesi utama, forum menyepakati sejumlah penyesuaian penting pada struktur DPW DIY. Beberapa bidang mengalami perubahan nomenklatur dan penguatan fungsi, seperti penggabungan Bidang Humas dengan Media Komunikasi, serta perubahan Bidang PSDM menjadi Bidang Pengembangan Organisasi dan Keanggotaan. Selain itu, pembentukan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) menegaskan komitmen Adaksi dalam mendorong kontribusi akademik dosen melalui riset dan pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Penyesuaian program kerja juga dilakukan agar sejalan dengan kebijakan DPP, dengan tetap mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan wilayah DIY. Fokus diarahkan pada penguatan sarana komunikasi internal, peningkatan rekrutmen anggota, pembentukan DPC baru, serta pengembangan kolaborasi penelitian lintas perguruan tinggi.
Selain aspek internal organisasi, Rakerwil I Adaksi DIY juga menghasilkan pernyataan sikap yang menegaskan posisi Adaksi sebagai mitra strategis kampus. Organisasi ini mendorong dosen ASN untuk terus berinovasi dan menghasilkan karya berdampak, selaras dengan agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Adaksi juga menyatakan komitmen terhadap terciptanya lingkungan akademik yang aman dan inklusif, serta menolak segala bentuk “relasi kuasa” yang berujung pada diskriminasi maupun kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam konteks advokasi, forum ini kembali mengangkat aspirasi peningkatan kesejahteraan ASN dosen. Sejumlah isu strategis disoroti, mulai dari tuntutan pemberlakuan tunjangan kinerja untuk seluruh jenjang perguruan tinggi, pencairan tukin periode 2020–2024, pembaruan regulasi tunjangan jabatan fungsional dosen yang belum berubah sejak 2007, hingga kepastian jenjang karier bagi dosen berstatus PPPK.
Melalui Rakerwil ini, Adaksi DIY berharap sinergi antara pusat, wilayah, dan cabang dapat terbangun lebih solid. Tata kelola organisasi yang semakin rapi dinilai menjadi kunci untuk memperkuat peran Adaksi, tidak hanya dalam memperjuangkan kesejahteraan dosen, tetapi juga dalam menjaga keberlanjutan dan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
Untuk informasi lebih lanjut, media dapat menghubungi Victor Novianto selaku Bidang Humas dan Media Komunikasi DPW Adaksi DIY. Foto kegiatan tersedia sesuai permintaan.









