Dari Kandang Tetangga ke Bangku Kuliah UGM, Perjuangan Arifin Wujudkan Mimpi di Dunia Peternakan
MARKNWS.ID, BANTUL – Masa menunggu perkuliahan dimulai dimanfaatkan Muhammad Nur Arifin dengan cara yang tidak biasa. Alih-alih menikmati waktu luang setelah lulus sekolah, pemuda asal Dayu, Gadingsari, Sanden, Bantul ini justru menghabiskan hari-harinya membantu aktivitas peternakan ayam milik tetangganya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upayanya memperdalam pengalaman sebelum resmi menempuh pendidikan di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM). Arifin berhasil diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 non KIP Kuliah, sebuah pencapaian yang membawa kebahagiaan bagi keluarganya.
Lulusan SMAN 1 Bantul itu mengaku sejak lama memiliki ketertarikan terhadap dunia peternakan. Minat tersebut tumbuh dari pengalaman masa kecilnya yang akrab dengan hewan ternak, khususnya kambing.
“Sejak kecil saya sudah senang memelihara hewan, terutama kambing. Walaupun dulu pernah mengalami pengalaman sedih karena kambing peliharaan saya mati saat masih SD, ketertarikan saya pada peternakan tidak pernah hilang,” ungkap Arifin, Selasa (7/7).
Kecintaannya pada bidang peternakan membuat Arifin mantap memilih Fapet UGM meski sempat mendapat masukan untuk mempertimbangkan program studi lain. Baginya, dunia peternakan bukan sekadar pilihan pendidikan, tetapi juga jalan untuk mewujudkan cita-cita jangka panjang.
Ia menargetkan dapat mengembangkan usaha peternakan ayam broiler di masa depan. Selain itu, bidang nutrisi dan pangan juga menjadi fokus yang ingin dipelajarinya lebih dalam selama menempuh pendidikan tinggi.
Sebelum memasuki masa kuliah, Arifin telah merasakan langsung aktivitas di lingkungan peternakan. Sejak awal Juni hingga akhir Juli, ia membantu operasional peternakan yang menjadi lokasi praktik mahasiswa UGM di THR Farm, Karanganyar.
Setiap hari, Arifin terlibat dalam berbagai pekerjaan, mulai dari mengambil telur, memberikan pakan, hingga memantau suhu kandang. Pengalaman tersebut memberinya gambaran nyata mengenai pengelolaan usaha peternakan modern.
“Pengalaman ini membuat saya semakin memahami bagaimana pengelolaan peternakan dilakukan secara langsung. Saya jadi semakin yakin memilih peternakan sebagai bidang yang ingin saya tekuni,” katanya.
Tak hanya berprestasi di bidang akademik, Arifin juga menunjukkan kemampuan di bidang nonakademik. Ia pernah meraih juara lomba musikalisasi puisi tingkat provinsi, sebuah pencapaian yang mencerminkan minatnya pada seni dan literasi.
Di balik keberhasilannya menembus salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, tersimpan kisah perjuangan keluarga yang tidak mudah. Arifin merupakan anak keenam dari sembilan bersaudara.
Ayahnya, Karyana, yang berprofesi sebagai tukang kayu, meninggal dunia sekitar 15 tahun lalu. Sejak saat itu, sang ibu, Ngalimah, menjadi tulang punggung keluarga sekaligus sosok yang membimbing pendidikan anak-anaknya.
Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Ngalimah berjualan keripik pisang berdasarkan pesanan. Di sela aktivitas tersebut, ia juga mengabdikan diri sebagai pengajar Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di lingkungan tempat tinggalnya.
Tidak hanya itu, setiap selesai salat Magrib, rumahnya menjadi tempat berkumpul anak-anak kampung untuk mengikuti pengajian. Kegiatan yang rutin dilaksanakan tersebut mendapat apresiasi masyarakat dan pernah memperoleh bantuan rehabilitasi pada bagian teras rumah.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kepada Allah SWT atas diterimanya Arifin di UGM. Semoga anak saya diberikan kemudahan dalam menempuh kuliah dan dapat meraih cita-citanya,” tutur Ngalimah.
Menurut sang ibu, keberhasilan Arifin diraih melalui kedisiplinan dan kesungguhan belajar. Meski tidak pernah mengikuti les tambahan, Arifin dikenal mampu memanfaatkan waktu belajar di sekolah secara optimal sehingga tetap mampu meraih prestasi.
Perjalanan Arifin menuju bangku kuliah juga mendapat perhatian dari pimpinan Fakultas Peternakan UGM. Dekan Fapet UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., bersama Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Prof. Yuny Erwanto serta Sekretaris Program Studi S1 Fapet Viagian Pastawan, Ph.D., berkunjung langsung ke kediamannya di Sanden, Bantul.
Dalam kesempatan tersebut, Budi Guntoro berpesan agar Arifin dapat memanfaatkan kesempatan belajar yang diperolehnya dengan sebaik-baiknya.
“Selamat mas. Ke depan harus fokus baik studi maupun di organisasi nanti. Manfaatkan kesempatan yang diberikan dengan beasiswa kuliah gratis ini untuk masa depan yang lebih baik,” pesan Budi Guntoro.
Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga tidak boleh menjadi penghalang bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan tinggi. Fakultas Peternakan UGM berkomitmen memberikan dukungan agar mahasiswa dapat menempuh pendidikan dengan tenang dan menyelesaikan studi secara optimal.
Kisah Muhammad Nur Arifin menjadi gambaran bahwa tekad, konsistensi belajar, dan dukungan keluarga mampu membuka jalan menuju pendidikan tinggi. Dari pengalaman sederhana membantu peternakan hingga diterima di Fapet UGM, Arifin kini menatap masa depan dengan harapan dapat memperdalam ilmu peternakan dan nutrisi ternak serta mewujudkan impiannya menjadi peternak unggas yang sukses dan bermanfaat bagi masyarakat.









