KAI Daop 6 Catat 63 Ribu Tiket Terjual, Kereta Ekonomi Jadi Primadona
MARKNEWS.ID – Libur panjang dalam rangka peringatan Kenaikan Isa Almasih berdampak signifikan terhadap mobilitas masyarakat, khususnya melalui moda transportasi kereta api. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta mencatat lonjakan volume penumpang yang cukup tinggi sejak hari pertama libur hingga Jumat (30/5).
Meski jumlah kedatangan mulai melandai di hari kedua libur nasional ini, antusiasme masyarakat untuk bepergian masih terbilang tinggi. Berdasarkan data KAI Daop 6, hingga pukul 09.00 WIB, tercatat sebanyak 15.628 penumpang tiba di wilayah operasional Daop 6, sementara 13.460 penumpang melakukan perjalanan keluar dari wilayah tersebut.
Stasiun Yogyakarta Jadi Titik Konsentrasi
Stasiun Yogyakarta kembali mencatat angka tertinggi dalam hal kedatangan dan keberangkatan penumpang. Tercatat sebanyak 8.600 penumpang tiba di stasiun tersebut, sementara 6.980 lainnya memulai perjalanan dari sana. Disusul Stasiun Lempuyangan dengan 6.549 kedatangan dan 5.567 keberangkatan, serta Stasiun Solo Balapan yang mencatat 3.852 penumpang datang dan 3.393 penumpang berangkat.
Manajer Humas KAI Daop 6, Feni Novida Saragih, mengungkapkan bahwa penurunan jumlah penumpang dibandingkan hari sebelumnya merupakan hal yang wajar, mengingat Kamis (29/5) merupakan hari pertama libur yang juga menjadi puncak arus kedatangan dengan 27.942 penumpang tercatat masuk ke wilayah Daop 6.
“Meski mengalami penurunan, volume penumpang masih relatif tinggi dan menunjukkan adanya pergerakan balik secara bertahap,” ujar Feni.
Okupansi Menyentuh 77 Persen, Beberapa Kereta Melebihi 100 Persen
Tingkat keterisian tempat duduk (okupansi) kereta api yang berangkat dari Daop 6 tercatat mencapai 77 persen. Dari total 83.108 tempat duduk yang tersedia selama periode 28 Mei hingga 1 Juni, sebanyak 63.586 kursi telah terjual.
Menariknya, sejumlah kereta api menunjukkan tingkat okupansi yang bahkan melebihi kapasitas normal. Beberapa di antaranya seperti KA Sri Tanjung, Bengawan, Progo, hingga Argo Lawu, yang mencatatkan tingkat keterisian di atas 100 persen.
Tingginya okupansi KA Argo Lawu yang melayani rute Yogyakarta–Gambir menjadi sorotan tersendiri, menandakan preferensi masyarakat terhadap layanan kereta eksekutif tetap tinggi meskipun terdapat alternatif perjalanan lainnya.
Prediksi Puncak Arus Balik
Feni menambahkan bahwa lonjakan arus balik diperkirakan terjadi pada Sabtu (31/5) dan mencapai puncaknya pada Minggu (1/6), dengan proyeksi jumlah penumpang yang meninggalkan wilayah Daop 6 mencapai 24.171 orang.
“Kami imbau masyarakat yang belum mendapatkan tiket untuk segera melakukan pemesanan melalui saluran resmi, agar dapat merencanakan perjalanan dengan baik dan terhindar dari penipuan atau calo,” jelas Feni.
Antisipasi dan Layanan Tambahan
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, KAI Daop 6 menambah jumlah perjalanan harian menjadi 31 KA jarak jauh yang terdiri dari 25 KA reguler, 2 KA fakultatif, dan 4 KA tambahan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam memberikan pelayanan terbaik selama masa liburan panjang.
“Fokus kami tidak hanya pada kelancaran operasional, tetapi juga pada keselamatan dan kenyamanan pelanggan selama perjalanan,” tutup Feni.
Dengan peningkatan volume perjalanan yang signifikan, Daop 6 membuktikan kesiapan infrastruktur dan layanan yang tetap prima dalam menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat di masa libur panjang nasional.











