Beranda Berita Utama UGM Ubah Limbah Geothermal Jadi Booster Pertanian Ramah Lingkungan, Panen Raya Jadi Bukti Keberhasilan
Berita Utama

UGM Ubah Limbah Geothermal Jadi Booster Pertanian Ramah Lingkungan, Panen Raya Jadi Bukti Keberhasilan

MARKNEWS.ID — Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan kiprahnya dalam mengembangkan riset aplikatif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui inovasi lintas disiplin, para peneliti UGM berhasil mengubah endapan limbah panas bumi (geothermal) menjadi booster pertanian cair yang mampu meningkatkan kesuburan tanah dan hasil panen petani di Minahasa, Sulawesi Utara.

Temuan ini muncul dari pemanfaatan endapan silika yang berasal dari fluida geothermal di Unit Lahendong, Sulawesi Utara milik PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE). Endapan tersebut selama ini dianggap sebagai limbah, namun melalui pendekatan ilmiah dan teknologi nano, ia diubah menjadi cairan penyubur tanaman bernama Katrili, sebuah nama yang terinspirasi dari tarian tradisional Minahasa sebagai simbol rasa syukur.

“Kami menemukan bahwa endapan ini memiliki komposisi mirip abu vulkanik, kaya akan sekitar 60 unsur bermanfaat bagi tanah,” ungkap Ir. Pri Utami, M.Sc., Ph.D., IPM, peneliti geothermal UGM. “Dengan teknologi nano, endapan ini diolah agar lebih mudah diserap oleh tanaman.”

Booster Katrili telah melalui uji laboratorium dan berhasil meningkatkan pertumbuhan empat komoditas utama di Minahasa, yaitu padi, tomat, kacang Kawangkoan, dan bawang merah. Uji lapangan bahkan menghasilkan panen raya yang dilaksanakan pada 26 Mei 2025 di Desa Tonsewer, Kecamatan Tompaso. Peristiwa ini bukan hanya menjadi simbol keberhasilan riset, tetapi juga wujud nyata kolaborasi antara akademisi, industri, dan petani lokal.

Turut hadir dalam panen raya tersebut jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa, manajemen PT PGE, akademisi dari Fakultas Teknik dan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, serta para petani dari berbagai gereja lokal. Acara ditutup dengan pertunjukan tari Katrili, menjadikan inovasi ini menyatu secara budaya dan sosial dengan masyarakat setempat.

Direktur Operasi PT PGE, Ahmad Yani, menyambut baik pendekatan ini dan menyatakan bahwa inovasi Katrili sejalan dengan visi Geothermal Beyond Energy. “Kami ingin memaksimalkan potensi panas bumi untuk kebermanfaatan lintas sektor. Ini bukan sekadar energi listrik, tetapi juga solusi untuk ketahanan pangan dan lingkungan,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Minahasa. Bupati Robby Dondokambey, S.Si., MAP menyebut bahwa booster ini sangat relevan dengan kebutuhan petani di wilayahnya. Sementara itu, Wakil Bupati Vanda Sarundajang, S.Si., bahkan menjadikan halaman rumahnya sebagai lahan percontohan budidaya kacang Kawangkoan menggunakan Katrili.

UGM Ubah Limbah Geothermal Jadi Booster Pertanian Ramah Lingkungan, Panen Raya Jadi Bukti Keberhasilan

“Saya ingin masyarakat melihat langsung bukti keberhasilan booster ini agar mereka termotivasi bertani dengan cara yang lebih berkelanjutan,” katanya.

Kelebihan Katrili tidak hanya terletak pada peningkatan hasil panen, tetapi juga pada kemampuannya dalam menjaga kualitas tanah serta mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia. Petani dari kelompok pria Bapa KGPM dan GMIM mencatat bahwa booster ini tetap bekerja optimal dalam berbagai kondisi cuaca, termasuk musim kemarau dan hujan ekstrem.

Wakil Dekan Fakultas Teknik UGM, Ir. Ali Awaludin, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU, ACPE berharap inovasi serupa dapat diterapkan di lapangan panas bumi lain di Indonesia, sebagai solusi atas kelangkaan pupuk dan kerusakan lingkungan akibat pertanian konvensional.

Dengan riset ini, UGM tidak hanya memperkuat peran akademisi dalam menyelesaikan persoalan riil masyarakat, tetapi juga membuka jalan menuju model pertanian masa depan yang lebih mandiri, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Inovasi Katrili menjadi bukti bahwa limbah pun, jika dikelola dengan ilmu dan niat baik, bisa menjadi berkah bagi kehidupan.

Sebelumnya

KAI Daop 6 Catat 63 Ribu Tiket Terjual, Kereta Ekonomi Jadi Primadona

Selanjutnya

Okupansi Kereta Api di Daop 6 Yogyakarta Mencapai 96 Persen Saat Libur Kenaikan Isa Almasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement