Warga Kampung Golo Gelar Doa Bersama dan Refleksi 20 Tahun Gempa Yogyakarta
Marknews.id, Yogyakarta — Warga Kampung Golo dan sekitarnya menggelar acara Doa Bersama dan Refleksi 20 Tahun Gempa Bumi Yogyakarta di Serambi Masjid Tawakkal Golo, Kamis (28/5/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri warga umum mulai dari remaja hingga dewasa, tokoh masyarakat, serta narasumber dari BPBD Kota Yogyakarta.
Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk refleksi dan pengingat atas peristiwa gempa bumi Yogyakarta tahun 2006 yang meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat. Selain mengenang tragedi, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan pembacaan Kalam Ilahi oleh Muhammad Ahnaf Sanim, kemudian doa dan tahlil yang dipimpin oleh Ustadz H. Muhammad Ziadi Ridlo. Setelah itu, Ketua Takmir Masjid Tawakkal Golo, H. Edi Sudarsono, menyampaikan sambutan kepada seluruh peserta yang hadir.
Suasana acara berlangsung khidmat dan hening. Sebelum acara dimulai, panitia juga menayangkan dokumentasi kondisi Kampung Golo saat gempa 2006 terjadi. Tayangan tersebut membuat warga kembali mengingat suasana mencekam yang pernah dialami dua puluh tahun silam.
Pada sesi utama, anggota BPBD Kota Yogyakarta, Drs. Aris Yulianto, menyampaikan paparan mengenai kebencanaan dan kesiapsiagaan masyarakat. Dalam materinya, ia menjelaskan pentingnya mitigasi bencana, memahami jalur evakuasi, serta menjaga kesiapan masyarakat dalam menghadapi gempa bumi. Ia juga mengingatkan warga agar tetap tenang saat terjadi gempa, segera mencari tempat aman, dan saling membantu ketika kondisi darurat terjadi.
Peserta tampak serius dan antusias mendengarkan penjelasan yang disampaikan. Suasana semakin terasa hangat ketika warga bersama-sama mengikuti refleksi dan doa bersama.
Setelah sesi BPBD, acara dilanjutkan tausiyah refleksi gempa oleh Ustadz KH. Yusman Khazik. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan bahwa terdapat dua perkara yang memiliki keutamaan besar, yakni iman kepada Allah dan memberikan manfaat kepada sesama manusia.
“Tanda iman kepada Allah adalah sabar atas cobaan yang diberikan Allah SWT,” ujar beliau dalam tausiyahnya.
Beliau juga mengajak masyarakat untuk mengambil hikmah dari musibah gempa yang pernah terjadi serta memperkuat rasa syukur dan kepedulian sosial antarwarga.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan pembacaan hamdalah. Warga pulang dengan suasana penuh ketenangan dan refleksi mendalam atas peristiwa gempa yang pernah mengguncang Yogyakarta dua dekade lalu.
Rep.: Zuhaili Zulfa









