Beranda Berita Utama Memedi Sawah Festival II Kalimasada Hidupkan Kembali Nilai Agraris Lewat Seni dan Budaya
Berita Utama

Memedi Sawah Festival II Kalimasada Hidupkan Kembali Nilai Agraris Lewat Seni dan Budaya

Marknews.id, Yogyakarta – Tradisi agraris yang selama ini menjadi bagian penting kehidupan masyarakat kembali diangkat melalui penyelenggaraan Memedi Sawah Festival II yang digelar oleh Kalimasada. Festival budaya berbasis masyarakat ini hadir sebagai ruang pertemuan antara tradisi, seni, budaya, dan kreativitas masyarakat desa.

Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, Memedi Sawah Festival tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya, tetapi juga berkembang sebagai wadah pemberdayaan masyarakat yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari seniman, pelajar, komunitas budaya, hingga masyarakat umum dari berbagai daerah.

Festival ini merupakan inisiatif yang digagas oleh novelis dan budayawan Budi Sarjono. Kehadirannya berangkat dari perhatian terhadap semakin jauhnya kehidupan masyarakat modern dari akar budaya agraris yang selama berabad-abad menjadi fondasi kehidupan masyarakat Nusantara.

Sebagai simbol utama festival, memedi sawah atau orang-orangan sawah dipilih karena memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar penjaga tanaman di lahan pertanian. Sosok tersebut merepresentasikan hubungan manusia dengan alam, semangat kerja bersama, serta nilai-nilai kehidupan pedesaan yang diwariskan secara turun-temurun.

Berbagai kegiatan seni dan budaya dihadirkan dalam festival ini untuk menghidupkan kembali ruang-ruang desa sebagai pusat aktivitas kebudayaan. Pertunjukan seni, instalasi kreatif, pameran, diskusi budaya, hingga beragam aktivitas kreatif lainnya menjadi bagian dari rangkaian acara yang dirancang untuk memperkuat keterlibatan masyarakat.

Penggagas festival, Budi Sarjono, menilai bahwa budaya agraris memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding aktivitas pertanian semata. Di dalamnya terdapat nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, serta kearifan lokal yang penting untuk terus dijaga keberlangsungannya.

“Memedi Sawah Festival adalah upaya menghadirkan kembali ingatan kolektif masyarakat terhadap tradisi agraris yang selama ini menjadi bagian penting kehidupan kita. Melalui seni dan budaya, kita merayakan sekaligus merawat warisan tersebut agar tetap hidup dan relevan bagi generasi sekarang maupun mendatang,” ujar Budi Sarjono.

Selain menjadi sarana pelestarian budaya, festival ini juga diharapkan mampu memperkuat identitas lokal masyarakat desa. Keterlibatan berbagai kelompok masyarakat dalam kegiatan kebudayaan dinilai dapat membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif yang berangkat dari potensi dan kekayaan budaya setempat.

Semangat kolaborasi menjadi salah satu fondasi utama penyelenggaraan Memedi Sawah Festival II. Melalui kerja sama antara masyarakat, seniman, komunitas, dan pelaku budaya, festival ini diharapkan dapat menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan tradisi dengan kreativitas masa kini tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal yang menjadi akar kebudayaan.

Tentang Memedi Sawah Festival

Memedi Sawah Festival merupakan festival budaya berbasis masyarakat yang digagas oleh novelis dan budayawan Budi Sarjono. Festival ini mengangkat tradisi agraris sebagai sumber inspirasi seni dan kebudayaan sekaligus menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat identitas budaya lokal serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam pelestarian warisan budaya.

Sebelumnya

Sunflower Angel Hidupkan Ruang Kreatif di Prambanan, Ribuan Pengunjung Antre Berburu Spot Foto Ikonik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement