InJourney Jadikan Candi Prambanan Ruang Belajar Budaya, Libatkan 500 Pelajar di Hari Anak Nasional 2026
MARKNEWS.ID – Peringatan Hari Anak Nasional 2026 dimanfaatkan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney untuk memperkuat pendidikan karakter sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya Indonesia. Melalui program InJourney Community Care bertema “Mewujudkan Mimpi, Melestarikan Indonesia”, ratusan pelajar diajak belajar langsung di kawasan Candi Prambanan.
Program yang diselenggarakan bersama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko atau InJourney Destination Management tersebut menghadirkan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman. Lebih dari 500 pelajar dari Prambanan, Kalasan, Berbah, serta Forum Anak Kabupaten Sleman mengikuti berbagai aktivitas edukatif yang memadukan unsur sejarah, budaya, kepemimpinan, kreativitas, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Beragam kegiatan digelar selama program berlangsung, mulai dari Leaders’ Inspiration & Heritage Commitment, Interactive Forum, Creative Workshop, hingga Sustainability Challenge. Seluruh rangkaian dirancang agar peserta tidak hanya mengenal warisan budaya secara teori, tetapi juga merasakan langsung pengalaman belajar di salah satu situs warisan dunia UNESCO.
Selain menghadirkan aktivitas edukasi, InJourney turut menyalurkan dukungan kepada sejumlah sekolah dan komunitas seni di sekitar kawasan Prambanan. Bantuan diberikan kepada SMP Negeri 2 Prambanan, SMP Negeri 3 Berbah, SMP Negeri 2 Kalasan, Sanggar Tari Ganesa Kebondalem Kidul, serta Sanggar Seni Sekar Ngrayung Bokoharjo.
Fasilitas yang disalurkan difokuskan untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler seni budaya, mulai dari seni tari, karawitan, tembang macapat, hingga kelompok wiyogo. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperluas ruang belajar sekaligus mendorong generasi muda agar terus mengenal dan melestarikan budaya lokal.
Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, menilai pelestarian budaya menjadi bagian penting dalam pembangunan ekosistem aviasi dan pariwisata yang berkelanjutan. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya Indonesia.
“Sebagai strategic holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney percaya bahwa budaya merupakan keunggulan kompetitif Indonesia yang tidak dimiliki negara lain. Karena itu, melestarikan budaya saja tidak cukup hanya menjaga situs warisan seperti Candi Prambanan, namun juga memastikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus hidup melalui generasi-generasi penerus,” tutur Herdy.
Prambanan Dipilih sebagai Living Heritage
Pemilihan Candi Prambanan sebagai lokasi penyelenggaraan Hari Anak Nasional dinilai memiliki makna tersendiri. Sebagai kompleks candi berusia lebih dari seribu tahun yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia, Prambanan tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga simbol perjalanan panjang peradaban Nusantara.
Bagi InJourney, kawasan tersebut merupakan living heritage atau warisan budaya yang hidup. Anak-anak dapat mengenal sejarah, memahami akar budaya, menghargai keberagaman, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas Indonesia melalui pengalaman belajar yang lebih kontekstual.
Konsep tersebut juga menjadi bagian dari komitmen InJourney untuk memastikan pelestarian budaya tidak berhenti pada perlindungan bangunan bersejarah, melainkan diteruskan melalui generasi muda yang memahami dan mencintai warisan bangsa.
Pengelolaan Destinasi Berbasis Kolaborasi
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko InJourney Destination Management, Joel Siahaan, mengatakan pengelolaan kawasan Candi Prambanan diarahkan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar, baik dari sisi sosial, ekonomi, budaya, maupun pendidikan.
“Kami melibatkan masyarakat dalam berbagai aspek pengembangan destinasi. Mulai dari pemberdayaan UMKM dan komunitas lokal dalam program InJourney Hospitality House, serta pelibatan seniman dan pelaku budaya lokal di berbagai kegiatan yang kami selenggarakan di destinasi,” jelas Joel Siahaan.
Menurut Joel, kawasan Candi Prambanan juga terus dikembangkan sebagai ruang belajar terbuka melalui berbagai program edukasi, seperti outing class, Junior Wanderer, Sanggar Lestari Cagar Budaya, kegiatan Pramuka, pelatihan mitigasi bencana bagi anak, hingga aktivitas komunitas.
“Bagi kami, living heritage berarti warisan budaya yang tetap hidup, relevan, dan memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat masa kini tanpa mengurangi nilai autentisitas maupun kelestariannya. Karena itu, pengelolaan kami selalu berupaya menyeimbangkan tiga aspek utama, yaitu pelestarian cagar budaya, pemanfaatan yang bertanggung jawab, dan pemberdayaan masyarakat. Ketiganya harus berjalan beriringan,” lanjut Joel Siahaan.
Program Serentak di Seluruh InJourney Group
Peringatan Hari Anak Nasional melalui InJourney Community Care juga dilaksanakan secara serentak di seluruh lini bisnis InJourney dengan program yang disesuaikan dengan karakter masing-masing perusahaan.
InJourney Airports menggelar kegiatan di 31 bandara berupa bantuan perlengkapan sekolah, edukasi keselamatan penerbangan, pengenalan keamanan bandara, School Goes to Airport, hingga pengenalan profesi di bidang aviasi.
Sementara itu, InJourney Hospitality (Hotel Indonesia Natour/HIN) mengadakan lebih dari 20 kegiatan di berbagai hotel, meliputi hotel discovery, career exploration, cooking class, pengalaman budaya lokal, pelepasan tukik, hingga program inklusif bagi anak penyandang disabilitas dan anak panti asuhan.
Sarinah turut melaksanakan program “Belajar dan Bermain bersama Sarinah: Membaca untuk Bumi, Bertumbuh untuk Negeri” di SD Negeri Kauman 1 Kota Malang yang diikuti 100 siswa melalui bantuan perlengkapan sekolah, storytelling, permainan edukatif, dan pembagian bibit tanaman.
Di Bali, InJourney Tourism Destination Corporation (ITDC) menyelenggarakan National Children’s Day & School Holiday Celebration di kawasan The Nusa Dua dengan memberikan bantuan sarana sekolah, perlengkapan ibadah, serta fasilitas edukasi dan terapi kepada anak-anak dari YPAC Bali dan yayasan yatim.
Adapun InJourney Aviation Services (IAS) menghadirkan pengenalan profesi aviation services, sesi storytelling, pembagian 120 buku cerita IAS Anak Indonesia, serta 1.500 tas dan perlengkapan sekolah bagi anak yatim pada kegiatan kick-off InJourney Community Care di Bogor.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, InJourney menegaskan komitmennya untuk memperkuat kontribusi sosial melalui pendidikan, pengembangan karakter, pelestarian budaya, serta pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari pembangunan ekosistem aviasi dan pariwisata yang berkelanjutan.









