Haedar Nashir dan Alissa Wahid Terima Penghargaan Bergengsi di Dies Natalis UGM ke-75
MARKNEWS.ID , YOGYAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, menerima penghargaan bergengsi dalam puncak perayaan Dies Natalis Universitas Gadjah Mada (UGM) ke-75 yang berlangsung di Grha Sabha Pramana, Kamis (19/12). Haedar Nashir dianugerahi “Anugerah Hamengku Buwono IX 2024,” sedangkan Alissa Wahid menerima “Anugerah Universitas Gadjah Mada 2024.”
Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, memberikan penghargaan berupa medali dan piagam kepada para penerima sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi luar biasa mereka di bidang pendidikan, kemanusiaan, penguatan keragaman, dan perdamaian. Selain Haedar dan Alissa, penghargaan serupa juga diberikan kepada peneliti dan akademisi lain yang turut berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Haedar Nashir: Dedikasi untuk Pendidikan dan Kemanusiaan
Wakil Rektor III UGM, Arie Sujito, menjelaskan bahwa penghargaan Anugerah Hamengku Buwono IX diberikan kepada Haedar Nashir atas dedikasinya dalam memajukan pendidikan, sosial, politik, dan kemanusiaan. Dalam sambutannya, Haedar mengungkapkan rasa terima kasih kepada UGM yang terus memegang teguh nilai-nilai kebenaran dalam menjalankan misinya.
“Ada lima nilai dan orientasi yang selalu tertanam: satu, tentang nilai kebenaran berbasis ilmu yang terkoneksi dengan Pancasila, agama, dan kebudayaan seluruh bangsa. Dosen-dosen kami di sini itu begitu keras agar kita menjadi ilmuwan yang berpijak pada kebenaran di mana pun berada,” ujar Haedar.
Haedar juga menyoroti identitas UGM sebagai “kampus rakyat” yang memiliki kewajiban untuk mencintai rakyat melalui kerja-kerja praksis, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN).
“Kampus ini kan dulu dikenal sebagai kampus rakyat. Menerjemahkannya itu seperti tadi: mencintai rakyat dengan kerja-kerja praksis keilmuan lewat KKN dan peran-peran para alumni dan institusi,” tambahnya.

Alissa Wahid: Ilmu untuk Rakyat
Sementara itu, Alissa Wahid, yang akrab disapa Alissa, menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen UGM dalam mendekatkan ilmu pengetahuan kepada rakyat. Putri mendiang Presiden Abdurrahman Wahid ini menekankan pentingnya keberpihakan ilmu pada kepentingan bangsa dan rakyat.
“UGM ini punya komitmen pada bangsa dan rakyat yang sangat besar. Berulang kali Prof. Ova menyebutkan bahwa siap untuk mengawal kepemimpinan bangsa, tetapi mengawalnya itu dalam konteks kepentingan bangsa dan rakyat. Bukan pada kemajuan dan keilmuan semata, tapi bagaimana ilmu tersebut memang didekatkan pada kondisi rakyat sesuai cita-cita bangsa,” kata Alissa.
Penghargaan Lain untuk Kontribusi di Bidang Ilmu dan Pemberdayaan
Selain Haedar dan Alissa, UGM juga memberikan penghargaan kepada beberapa tokoh lain yang dianggap berjasa di bidangnya masing-masing. Di antaranya adalah Dr. apt. Susanti, peneliti patologi dan farmakologi kanker; Saeful Deni, akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara yang fokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan; serta Prof. Nyoman Kertia, yang dikenal atas penelitian obat-obatan herbal dan kebudayaan.
Penganugerahan ini menjadi bukti komitmen UGM dalam mendorong kontribusi nyata para tokoh bangsa untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat luas. Dies Natalis ke-75 UGM tidak hanya menjadi momentum refleksi, tetapi juga inspirasi untuk terus mengembangkan ilmu dan kemanusiaan.











