Satria Ardhi Nugraha Raih Tendik Berprestasi Fapet UGM 2025, Dorong Budaya Inklusi Kampus
Marknews.id, Yogyakarta – Komitmen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) dalam membangun lingkungan akademik yang inklusif kembali mendapat pengakuan nasional. Pranata Humas Fapet UGM, Satria Ardhi Nugraha, S.S., M.A., dinobatkan sebagai Tenaga Kependidikan Berprestasi Fapet UGM Tahun 2025.
Penghargaan tersebut diberikan atas peran strategis Satria dalam mengantarkan Fapet UGM meraih Silver Winner pada ajang The 4th Indonesia DEI & ESG Awards (IDEAS) 2025. Fapet UGM dinilai unggul pada kategori Diversity, Equity, and Inclusion (DEI), subkategori Budaya Inklusi, melalui pendekatan komunikasi yang konsisten dan berkelanjutan.
Penyerahan penghargaan Tendik Berprestasi dilakukan langsung oleh Dekan Fapet UGM, Prof. Dr. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., IPU., ASEAN Eng., dalam rangkaian acara penutupan Dies Natalis ke-56 Fapet UGM, Jumat (19/12). Momentum tersebut menjadi penegasan bahwa kontribusi tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam penguatan nilai-nilai kelembagaan.
Dalam kompetisi IDEAS 2025, Satria tampil sebagai presenter yang mewakili Fapet UGM di hadapan dewan juri nasional yang terdiri dari Asmono Wikan selaku CEO PR INDONESIA, Herry Ginanjar sebagai Ketua Indonesian ESG Professional Association (IEPA), serta Emilia Bassar, CEO CPROCOM. Presentasi tersebut menyoroti praktik komunikasi inklusif yang diterapkan Fapet UGM di lingkungan kampus.
Program yang diusung bertajuk “Semangat Siham: Merajut Inklusi dari Fakultas Peternakan UGM”. Inisiatif ini dinilai berhasil membangun kesadaran kolektif sivitas akademika dalam menerima, mendampingi, dan memberdayakan mahasiswa dengan kebutuhan khusus, tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga lewat pendekatan komunikasi yang empatik dan partisipatif.
“Penghargaan ini semoga menjadi penyemangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi dan menghadirkan ide-ide segar demi kemajuan Fapet UGM,” ujar Satria.
Sementara itu, Dekan Fapet UGM, Prof. Budi Guntoro, menegaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan arah budaya kerja fakultas yang semakin terbuka dan adaptif terhadap keberagaman.
“Semangat inklusivitas di Fapet UGM bukan sekadar jargon, tetapi telah menjadi praktik nyata dalam kehidupan akademik. Kami akan terus membuka ruang bagi keberagaman dan pertumbuhan bersama,” tegasnya.
Sebagai informasi, Indonesia DEI & ESG Awards (IDEAS) merupakan ajang nasional yang diselenggarakan oleh PR INDONESIA untuk menilai praktik terbaik komunikasi strategis berbasis prinsip DEI dan ESG. Pada tahun 2025, kompetisi ini diikuti oleh 46 institusi dari berbagai sektor dengan total 85 entri, dan menghasilkan 35 institusi dengan 55 entri pemenang.
Capaian Fapet UGM melalui peran Satria Ardhi Nugraha menegaskan bahwa penguatan nilai inklusivitas tidak hanya bergantung pada kebijakan akademik, tetapi juga pada strategi komunikasi yang mampu menjangkau dan menggerakkan seluruh elemen kampus.











