FISIPOL UGM Gelar SAPA FISIPOL untuk Perkuat Kolaborasi Akademisi dan Media
MARKNEWS.ID , YOGYAKARTA — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem informasi yang akurat dan berbasis pengetahuan melalui penyelenggaraan kegiatan bertajuk SAPA FISIPOL (Silaturahmi dan Pemberitaan Aktual FISIPOL). Acara ini digelar di ruang kolaboratif BRIWork FISIPOL UGM dan dihadiri oleh akademisi serta jurnalis dari berbagai media nasional dan lokal.
SAPA FISIPOL menjadi forum strategis yang dirancang untuk mendorong sinergi antara institusi akademik dan media massa di tengah tantangan era disrupsi informasi, di mana kecepatan pemberitaan kerap mengesampingkan akurasi. Melalui ruang dialog terbuka ini, FISIPOL UGM ingin memperkuat peran media dalam membentuk narasi publik yang kritis, relevan, dan berbasis riset akademik.
Dua pusat unggulan FISIPOL turut ambil bagian dalam acara ini, yakni Center for Digital Society (CfDS) yang diwakili oleh Executive Secretary CfDS, Syaifa Tania, serta Pusat Pengembangan Kapasitas dan Kerja Sama (PPKK) yang diwakili oleh Wakil Direktur PPKK, Pradhikna Yunik. Keduanya memaparkan program, riset, serta peluang kolaborasi yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber kredibel oleh para jurnalis, khususnya terkait isu sosial-politik dan transformasi digital.
“Melalui SAPA FISIPOL, kami tidak hanya memperkenalkan unit-unit di kampus, tetapi juga membuka ruang komunikasi dua arah dengan media,” ungkap pihak penyelenggara. “Kami ingin mendengar langsung tantangan dan kebutuhan teman-teman jurnalis agar kerja sama ini tidak hanya satu arah, tetapi bersifat kolaboratif jangka panjang.”
FISIPOL berencana menggelar SAPA FISIPOL secara rutin sebagai wadah memperkuat hubungan antara akademisi dan jurnalis, bukan hanya sebagai narasumber dan peliput, tetapi sebagai mitra strategis dalam membentuk masyarakat yang literat dan kritis.
Dengan adanya SAPA FISIPOL, FISIPOL UGM menegaskan posisinya sebagai institusi yang aktif dalam ruang publik dan berkomitmen menyebarluaskan hasil riset yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Sinergi antara akademisi dan media diharapkan mampu mendorong terbentuknya praktik komunikasi publik yang sehat dan bertanggung jawab.











