Rektor UII: Perguruan Tinggi Harus Hadirkan Solusi bagi Masyarakat Lewat Pendidikan, Riset, dan Kolaborasi
MARKNEWS.ID, SLEMAN – Perubahan yang berlangsung cepat di berbagai sektor menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perguruan tinggi untuk terus meningkatkan kualitas dan relevansinya. Universitas Islam Indonesia (UII) menegaskan komitmennya untuk memperkuat pendidikan, riset, inovasi, serta kolaborasi agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rektor UII, Hari Purnomo, mengatakan perguruan tinggi tidak lagi cukup berfokus pada proses mencetak lulusan. Menurutnya, kampus juga harus mampu menjadi pusat lahirnya solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Hari Purnomo saat berbincang dengan media di Resto Mbah Gito, Sleman, Rabu (29/7).
“Pendidikan tinggi menghadapi perubahan yang cepat. UII perlu terus belajar, berbenah, dan membangun kolaborasi agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan zaman,” ujar Hari.
Ia menjelaskan, berbagai pencapaian yang diraih UII dalam beberapa waktu terakhir merupakan hasil sinergi seluruh sivitas akademika bersama para mitra. Beragam capaian tersebut menjadi motivasi bagi universitas untuk terus meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat riset dan inovasi yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
Pada sektor akademik, UII mencatat adanya peningkatan minat calon mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2026/2027 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat berhasil memperoleh Akreditasi Unggul.
Transformasi kelembagaan juga dilakukan melalui perubahan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan menjadi Fakultas Teknik Desain Inovasi sebagai bagian dari upaya menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia industri.
Sementara itu, penguatan ekosistem riset diwujudkan melalui peluncuran Pusat Kolaborasi Riset Mikroba Endofit bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). UII juga meresmikan Pusat Studi Inovasi dan Keunggulan Farmasi serta menghadirkan HKI Corner guna mendorong peningkatan jumlah hak kekayaan intelektual, paten, dan inovasi yang dihasilkan sivitas akademika.
Di tingkat internasional, UII mencatat prestasi dengan masuk dalam kelompok peringkat 401–600 dunia pada Times Higher Education Impact Rankings 2026. Hari menilai pencapaian tersebut menjadi dorongan bagi universitas untuk semakin mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam penyelenggaraan pendidikan, penelitian, tata kelola kampus, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Selain memperkuat kapasitas internal, UII juga terus memperluas kemitraan dengan berbagai pemerintah daerah. Namun, Hari menekankan bahwa setiap kerja sama harus diwujudkan dalam program yang memberikan manfaat nyata, bukan sekadar kesepakatan administratif.
“Kami ingin memastikan setiap kerja sama tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan dalam program konkret yang menjawab kebutuhan daerah dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Menutup pernyataannya, Hari menegaskan UII akan terus mengembangkan diri sebagai perguruan tinggi yang unggul secara akademik, berlandaskan nilai-nilai keislaman, terbuka terhadap kolaborasi lintas sektor, serta mampu memperbesar kontribusi bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.









