Beranda Berita Utama Mahasiswa UGM Kembangkan Teknologi Perawatan Luka Hemat Biaya
Berita Utama

Mahasiswa UGM Kembangkan Teknologi Perawatan Luka Hemat Biaya

Marknews.id – Upaya meningkatkan kualitas perawatan luka di tengah keterbatasan akses teknologi medis terus dilakukan. Salah satu terobosan datang dari mahasiswa program doktor Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM), Meirizal, yang mengembangkan metode perawatan luka berbasis teknologi sederhana namun efektif.

Permasalahan luka, terutama luka kronis, masih menjadi tantangan besar dalam dunia medis. Selain karakteristik luka yang beragam, proses penyembuhan juga sering kali sulit diprediksi. Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya angka harapan hidup, yang berbanding lurus dengan jumlah kasus luka kronis, khususnya pada kelompok usia lanjut.

Berdasarkan berbagai studi, sekitar 3 persen penduduk berusia di atas 65 tahun mengalami luka terbuka yang membutuhkan perawatan intensif. Di Indonesia, jumlah kasus luka kronis diperkirakan mencapai ratusan ribu, sehingga menjadi beban tersendiri bagi sistem kesehatan nasional.

Selama ini, metode Vacuum Assisted Closure (VAC) dikenal efektif dalam mempercepat penyembuhan luka melalui terapi tekanan negatif. Namun, biaya penggunaan alat tersebut relatif tinggi, sehingga belum dapat diakses secara luas, terutama di negara berkembang.

Melihat kondisi tersebut, Meirizal menghadirkan inovasi Reverse Aqua Pump–Vacuum Assisted Closure (RAP-VAC) sebagai alternatif yang lebih ekonomis. Inovasi ini menjadi bagian dari penelitian disertasinya yang berfokus pada pengembangan metode perawatan luka yang efisien tanpa mengurangi kualitas hasil klinis.

Dalam ujian terbuka promosi doktor yang digelar di auditorium FK-KMK UGM, Kamis (9/4), ia menjelaskan latar belakang penelitiannya. “Kebutuhan terapi luka dengan VAC cukup tinggi, tetapi akses terhadap teknologi ini masih terbatas karena biaya. Oleh karena itu, kami mengembangkan RAP-VAC sebagai alternatif yang lebih terjangkau namun tetap efektif secara klinis,” ujarnya.

Penelitian tersebut menggunakan desain uji klinis acak non-inferioritas untuk membandingkan efektivitas RAP-VAC dengan VAC komersial. Studi dilakukan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, melibatkan pasien dari berbagai unit layanan, mulai dari rawat jalan, rawat inap, hingga instalasi gawat darurat.

Selama periode April hingga Agustus 2025, penelitian ini melibatkan 26 pasien dengan luka yang memerlukan rekonstruksi lanjutan. Namun, dua pasien harus dikeluarkan dari analisis karena membutuhkan tindakan bedah tambahan. Dengan demikian, total sampel yang dianalisis berjumlah 24 pasien yang dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan.

“Subjek dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok Reverse Aqua Pump-VAC (RAP- VAC) dan kelompok VAC komersial, masing-masing terdiri dari 12 pasien,” paparnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas RAP-VAC setara dengan VAC komersial, terutama dalam pembentukan jaringan granulasi dan waktu tunggu sebelum tindakan rekonstruksi lanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa inovasi tersebut mampu menjadi alternatif yang layak dalam praktik klinis.

Selain itu, penelitian juga menemukan adanya perbedaan pada status infeksi luka, meski tingkat kenyamanan pasien antara kedua metode tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Faktor paling mencolok justru terletak pada efisiensi biaya, di mana penggunaan RAP-VAC dinilai jauh lebih ekonomis dibandingkan metode konvensional.

Inovasi ini membuka peluang baru dalam penanganan luka di fasilitas kesehatan dengan sumber daya terbatas. Dengan biaya yang lebih terjangkau dan efektivitas yang setara, RAP-VAC berpotensi memperluas akses pasien terhadap terapi luka modern tanpa harus terbebani biaya tinggi.

Ke depan, pengembangan teknologi sederhana berbasis kebutuhan lokal seperti ini dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, sekaligus menjawab tantangan tingginya kasus luka kronis di Indonesia.

Sebelumnya

Sepur mBantul

Selanjutnya

Praktik PK Dinilai Melenceng, Hakim Agung Usulkan Batasan Lebih Tegas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement