28 SMA di DIY Rampung Direvitalisasi, Prabowo Siapkan Anggaran untuk 71 Ribu Sekolah pada 2026
MARKNEWS.ID, YOGYAKARTA — Sebanyak 28 satuan pendidikan jenjang SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menuntaskan program revitalisasi sarana dan prasarana pada Tahun Anggaran 2025. Peresmian hasil revitalisasi digelar di Kompleks SMA Ali Maksum, Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta.
Revitalisasi tersebut merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto di sektor pendidikan. Pemerintah menilai perbaikan infrastruktur sekolah menjadi fondasi penting peningkatan kualitas pembelajaran dan pembangunan sumber daya manusia.
Kepala SMA Ali Maksum KH Khoirul Fuad mengatakan sekolahnya mendapat empat ruang kelas baru melalui program tersebut. Ia menyebut proses pembangunan berlangsung cepat meski menghadapi keterbatasan lahan.
“Pembangunan ini seperti kisah Bandung Bondowoso. Direncanakan singkat, dikerjakan tiga bulan, dan selesai dini hari tadi pukul 01.00. Karena lahan terbatas, ruang kelas dibangun di lantai dua,” kata Khoirul Fuad.
Menurut dia, program revitalisasi sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang menempatkan pendidikan sebagai pilar utama pembangunan. “Revitalisasi ini menjadi keberkahan dan diharapkan mempercepat kemajuan pendidikan,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY Suhirman memastikan seluruh revitalisasi 28 SMA di DIY telah selesai 100 persen, baik secara fisik maupun administrasi. Ia mengakui keterbatasan APBD DIY membuat dukungan pemerintah pusat menjadi krusial.
“APBD DIY sangat terbatas. Bantuan dari pusat ini sangat membantu untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” kata Suhirman.
Ia berharap fasilitas baru dapat mendorong prestasi siswa. Khusus SMA Ali Maksum, Suhirman menargetkan sekolah tersebut mampu tampil sebagai wakil DIY di tingkat nasional.
Total anggaran revitalisasi 28 sekolah di DIY mencapai Rp19,97 miliar. SMA Ali Maksum menerima bantuan sebesar Rp1,18 miliar untuk pembangunan empat ruang kelas baru.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat mengatakan revitalisasi sekolah merupakan program unggulan Presiden Prabowo yang menyasar sekolah negeri dan swasta. Pemerintah, kata dia, memandang sekolah swasta sebagai mitra strategis.
“Program ini memastikan semua satuan pendidikan memiliki sarana yang layak,” ujar Atip.
Ia menjelaskan, pada 2025 revitalisasi dilaksanakan melalui skema swakelola oleh sekolah. Dari target awal 13.440 sekolah, realisasi meningkat menjadi 16.150 sekolah karena efisiensi anggaran.
Untuk 2026, cakupan program akan diperluas secara signifikan. Pemerintah menyiapkan anggaran Rp14 triliun untuk 11 ribu sekolah, yang kemudian ditambah menjadi total 71 ribu sekolah.
“Presiden Prabowo menambahkan alokasi untuk 60 ribu sekolah lagi. Banyak sekolah yang bangunannya sudah lebih dari 20 tahun dan belum tersentuh pembangunan,” kata Atip.
FULL











