Beranda Berita Utama KKP Targetkan Produksi Kampung Nelayan Merah Putih Bantul Naik 25 Persen
Berita Utama

KKP Targetkan Produksi Kampung Nelayan Merah Putih Bantul Naik 25 Persen

MARKNEWS.ID, BANTUL — Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, ditujukan untuk meningkatkan produksi perikanan dan memperkuat ekonomi nelayan pesisir.

Menurut Trenggono, peningkatan produksi menjadi sasaran utama program kampung nelayan. Pemerintah menyiapkan fasilitas produksi dan pascapanen agar kegiatan melaut berjalan lebih efisien. Seluruh fasilitas ditargetkan beroperasi penuh mulai Januari ini.

“Model ini sudah kami terapkan di beberapa daerah. Di Juwana, produktivitas nelayan meningkat hingga 124 persen. Simpanan nelayan juga naik,” kata Trenggono.

Ia menjelaskan, Kampung Nelayan Merah Putih dirancang sebagai ekosistem usaha perikanan terpadu. Fasilitas yang disiapkan meliputi cold storage, area pengolahan ikan, dan toko logistik. Fasilitas tersebut mendukung kegiatan nelayan dari produksi hingga distribusi.

Trenggono menilai peningkatan produksi harus dibarengi dengan kenaikan nilai jual. Dengan cold storage, nelayan tidak harus menjual ikan saat harga turun. Hasil tangkapan dapat disimpan hingga harga pasar membaik.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul Istriyani mengatakan pemerintah daerah menargetkan kenaikan produksi sekitar 25 persen. Target tersebut didorong melalui penambahan armada dan sarana pendukung.

Pemerintah daerah menambah 10 unit perahu dan 20 unit mesin. Jumlah armada SST bertambah dari 41 unit menjadi 51 unit. Penambahan ini diharapkan meningkatkan volume tangkapan nelayan.

“Produksi perikanan di TPI Poncowati dan TPI Ngentak selama ini sekitar 50 ton per tahun,” kata Istriyani.

Ia menyebutkan, tangkapan nelayan Poncosari didominasi ikan pelagis kecil. Di antaranya layur, bawal, layang, dan serung. Selama ini, ikan bernilai ekonomi tinggi langsung diserap bakul atau pabrik.

Keberadaan cold storage berkapasitas hampir 10 ton diharapkan memperbaiki tata niaga. Nelayan dan koperasi dapat menyimpan ikan saat harga rendah. Ikan dilepas kembali ketika harga naik.

Cold storage ini juga berfungsi sebagai pusat transit distribusi ikan. Fasilitas tersebut dapat menampung pasokan dari luar daerah. Pengiriman tidak perlu dilakukan setiap hari. Biaya logistik menjadi lebih efisien.

Selain peningkatan produksi, pemerintah daerah mendorong regenerasi nelayan. Selama ini banyak generasi muda hanya menjadi anak buah kapal. Ke depan, mereka didorong naik peran menjadi tekong.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan Kampung Nelayan Merah Putih menjadi stimulus pemanfaatan potensi laut selatan. Menurut dia, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.

“Dengan fasilitas yang lebih lengkap, kami berharap jumlah nelayan bertambah. Produksi dan pendapatan juga meningkat,” kata Halim.

Ia menambahkan, pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih ke depan berada dalam satu manajemen bersama Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Poncosari. Skema kerja sama sedang disusun agar adil dan transparan.

Jika hasilnya positif, pemerintah daerah berencana mereplikasi model kampung nelayan ini. Pengembangan dapat dilakukan di wilayah pesisir lain dengan karakter serupa.

 

Sebelumnya

Malam Tahun Baru

Selanjutnya

Arus Balik Mulai Terasa, Daop 6 Yogyakarta Catat Lonjakan Penumpang di Hari Terakhir Angkutan Nataru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement