Relawan IKPM Gontor dan KOMAS Fokuskan Pemulihan Masjid dan Kebutuhan Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang
MARKNEWS.ID, ACEH TAMIANG – Upaya pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang terus berlanjut. Memasuki tahap keempat, Tim Relawan Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Cabang Sumatera Utara bersama Komunitas Masyarakat Santri (KOMAS) Sumatera Utara kembali turun langsung ke wilayah terdampak dengan membawa pendekatan yang lebih menyeluruh.
Tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, misi kali ini juga diarahkan pada pemulihan fungsi sosial dan keagamaan masyarakat. Salah satu fokus utama adalah restorasi Masjid di Desa Sulum Jaya, Kecamatan Sekerak, yang sebelumnya lumpuh akibat banjir.
Sejak Kamis (25/12) pagi hingga malam hari, relawan bersama pengurus masjid dan warga setempat membersihkan lumpur yang mengendap di seluruh area bangunan. Kerja intensif tersebut dilakukan agar masjid bisa kembali difungsikan untuk sholat Jumat pada Jumat (26/12), yang menjadi ibadah Jumat pertama sejak bencana melanda kawasan itu.
Selain pembersihan, relawan juga memasang karpet masjid baru serta panel tenaga surya. Penggunaan solar panel dipilih sebagai langkah antisipatif, mengingat pasokan listrik di wilayah tersebut masih belum sepenuhnya stabil pascabanjir.
Di sisi lain, kebutuhan dasar warga juga menjadi perhatian utama. Pada tahap keempat ini, bantuan disalurkan kepada sekitar 220 kepala keluarga. Paket bantuan mencakup peralatan masak lengkap untuk mendukung aktivitas dapur warga, alat-alat pertukangan guna mempercepat perbaikan rumah, serta kebutuhan pokok seperti sembako, kelambu, perlengkapan sholat, dan mushaf Al-Qur’an.
Koordinator Lapangan relawan, Ust. Dede Al Haris, menyebut bahwa keberhasilan penyaluran bantuan dalam skala besar ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak lintas latar belakang.
“Kami hanyalah jembatan. Bantuan ini terwujud berkat dukungan luar biasa dari Warisan Budaya Indonesia (WBI), Alumni Gontor Angkatan 1994 & 2009, kontribusi dari sejumlah dokter RSCM dan ILUNI, serta Toko Busana Zulaikha Binjai. Kekuatan lapangan kami juga diperkuat oleh dukungan penuh pengurus dan santri Pondok Pesantren Al Kaffah serta Pondok Pesantren Mawaridussalam,” ungkap Ust. Dede.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan kuatnya solidaritas lintas profesi dalam merespons bencana. Mulai dari kalangan pesantren, tenaga medis, alumni pendidikan, hingga pelaku usaha, seluruhnya terlibat aktif dalam mendorong pemulihan kehidupan masyarakat Aceh Tamiang.
Relawan memastikan bahwa pendampingan tidak berhenti pada distribusi bantuan semata. Ke depan, sinergi antarkomunitas ini diharapkan mampu membantu warga bangkit lebih cepat, baik dari sisi fisik, sosial, maupun spiritual, setelah menghadapi dampak banjir yang cukup berat.









