CfDS UGM dan Pemkab Bojonegoro Perkuat Kompetensi ASN Lewat Pelatihan Manajemen SPBE
Marknews.id – Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan tata kelola pemerintahan digital. Melalui pelatihan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang berlangsung pada 4–7 November 2025, upaya penguatan aparatur daerah dilakukan secara lebih terarah dengan membawa tema “Manajemen SPBE sebagai Wujud Optimalisasi Pemerintah Digital (Pemdi) Kabupaten Bojonegoro”.
Langkah ini hadir sebagai respons atas kebutuhan daerah untuk menyesuaikan diri dengan agenda transformasi digital nasional. Walaupun Indonesia telah menetapkan arah menuju smart governance, penerapannya di berbagai wilayah belum merata. Integrasi sistem yang belum sepenuhnya berjalan, kesenjangan infrastruktur, serta derasnya perubahan teknologi menjadi tantangan yang perlu ditangani secara sistematis.
Dalam konteks tersebut, CfDS menempatkan diri sebagai mitra strategis yang mampu menjembatani perkembangan teknologi global dengan kondisi riil yang dihadapi pemerintah daerah. Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan teknis, tetapi juga mendorong pemahaman mengenai bagaimana SPBE dapat diterapkan secara langsung untuk memperkuat kualitas layanan publik.
Pemkab Bojonegoro, yang sebelumnya meraih predikat Sangat Baik dalam Penilaian SPBE 2024, menegaskan kembali komitmennya untuk meningkatkan kemampuan aparatur menghadapi dinamika digital. Pemerintah daerah menilai penguasaan SPBE menjadi kunci agar kebijakan dan pelayanan yang diberikan mampu menjawab kebutuhan lapangan secara cepat dan tepat.
Selama empat hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan materi berbasis data dari Nanang Ruswianto, S.T., M.T., Asesor Eksternal SPBE 2025 UGM. Ia menekankan bahwa integrasi data merupakan fondasi penting dalam membangun sistem yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, data yang kuat memudahkan pemerintah melakukan pengambilan keputusan secara terukur dan transparan.
Pembahasan berlanjut pada hari kedua dengan pendalaman manajemen SPBE bersama Nanang Ruswianto dan Monica Agustami Kristy, S.T., M.Eng., Asesor Eksternal SPBE 2025 UGM. Dalam sesi ini, ASN Bojonegoro diajak menelaah delapan area manajemen meliputi manajemen risiko, keamanan informasi, data, aset TIK, SDM, pengetahuan, perubahan, hingga manajemen layanan. Para pemateri tidak hanya menyampaikan kerangka teoritis, namun juga mendorong peserta memahami cara penerapannya dalam situasi kerja sehari-hari.
Melalui pelatihan ini, CfDS dan Pemkab Bojonegoro berharap dapat membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Selain memperkuat kapasitas ASN, kerja sama ini diharapkan membentuk ekosistem digital daerah yang adaptif dan mampu merespons kebutuhan masyarakat. CfDS membuka peluang pendampingan dan pelatihan lanjutan untuk memastikan transformasi digital pemerintah dapat berjalan konsisten dan menyentuh berbagai aspek pelayanan publik.











