Beranda Pendidikan Mahasiswa UGM Kembangkan Aditif Pakan dari Daun Meniran untuk Tekan Emisi Metana Peternakan
Pendidikan

Mahasiswa UGM Kembangkan Aditif Pakan dari Daun Meniran untuk Tekan Emisi Metana Peternakan

Marknews.id, Yogyakarta – Di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap pemanasan bumi, sektor peternakan menjadi sorotan lantaran menyumbang emisi metana (CH₄) dalam jumlah besar. Menurut Global Methane Initiative (2025), sektor ini menghasilkan 2.614,42 MMTCO₂e atau sekitar 33 persen dari total emisi metana dunia—angka yang bahkan melampaui industri minyak dan gas.

Metana diketahui memiliki efek pemanasan global 80 kali lebih kuat dibandingkan karbon dioksida (CO₂) dalam jangka waktu dua dekade. Tak hanya berdampak pada lingkungan, gas ini juga merugikan peternak karena setiap ruminansia mampu menghasilkan 250–500 liter CH₄ per hari, setara dengan kehilangan energi pakan antara 3 hingga 17 persen.

Namun, harapan baru muncul dari Yogyakarta. Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam tim PhylloZinc berhasil mengembangkan inovasi ramah lingkungan: aditif pakan berbasis daun meniran (Phyllanthus niruri) yang diklaim mampu menekan emisi metana dari ternak ruminansia.

“Kami ingin menghadirkan solusi hijau bagi industri peternakan agar lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan,” ujar Ahmad Rizal Riswanda D., salah satu anggota tim peneliti, Selasa (7/10).

Inovasi ini berawal dari riset bertajuk “Potensi Green Synthesis ZnO Nanoparticles dengan Ekstrak Daun Phyllanthus niruri: Solusi Inovatif Mitigasi Emisi Gas Metana Melalui Aditif Pakan Ruminansia”, yang diangkat dalam ajang Pekan Kreativitas Mahasiswa – Riset Eksakta (PKM-RE) 2025.

Tim lintas disiplin ini beranggotakan Jesslyn Beatrice (Peternakan 2023), Zahwa Tsuroyya A. Z. (Biologi 2023), Rona Ayyu H. (Kedokteran Hewan 2023), Ahmad Rizal Riswanda D. (Peternakan 2022), dan Catherine Noor (Peternakan 2023) selaku ketua tim. Mereka dibimbing oleh Dr. Moh. Sofi’ul Anam, S.Pt., M.Sc., dosen Fakultas Peternakan UGM.

Melalui metode green synthesis, tim ini berhasil menghasilkan nanopartikel zinc oxide (ZnO) dari ekstrak daun meniran. Bahan alami tersebut dipilih karena mengandung flavonoid tinggi, mudah ditemukan di Indonesia, serta memiliki potensi antibakteri dan antioksidan yang baik untuk kesehatan ternak.

“Kami telah menyelesaikan proses sintesis nanopartikel ZnO dan kini memasuki tahap uji lanjutan. Harapannya, penelitian ini bisa menjadi langkah nyata mengurangi emisi gas metana di industri peternakan,” ungkap Catherine.

Proses sintesis menghasilkan bubuk dan larutan ZnO berukuran nano yang kemudian diuji menggunakan spektrofotometer, PSA, XRD, dan SEM untuk memastikan struktur dan ukuran partikel. Selanjutnya, dilakukan uji in vitro di Laboratorium Teknologi Makanan Ternak Fakultas Peternakan UGM, mencakup analisis cairan rumen, uji protein mikrobia, kadar amonia, FVA, pH cairan rumen, hingga RT-PCR.

“Dengan dukungan Belmawa dan UGM, penelitian ini berlangsung selama empat bulan dan melibatkan berbagai bidang ilmu. Penelitian kami sejalan dengan tema PKM 2025 nomor 8 tentang pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana,” tutur Jesslyn.

Selain menekan emisi metana, aditif pakan berbasis nanopartikel ZnO dari meniran juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi pakan, memperbaiki mikroflora rumen, serta menjaga imunitas ternak. Pendekatan ini menjadi contoh konkret bagaimana sains, inovasi, dan kearifan lokal dapat berpadu untuk menjawab tantangan perubahan iklim.

Inovasi yang lahir dari tangan mahasiswa ini diharapkan dapat menjadi terobosan strategis bagi peternakan modern yang lebih bersih dan berkelanjutan, sekaligus mempertegas kontribusi generasi muda Indonesia dalam upaya global menekan laju pemanasan bumi.

Sebelumnya

Dr. Wawan Mas’udi Resmi Nahkodai FORDEKIIS 2025–2027, Dorong Ilmu Sosial Lebih Relevan di Era Digital

Selanjutnya

Kenalan dengan CMF Buds 2, TWS Stylish dengan Suara Dirac Opteo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement