Beranda Pendidikan Gelar Steering Committee GHA 2025, UGM Perkuat Jejaring Internasional
Pendidikan

Gelar Steering Committee GHA 2025, UGM Perkuat Jejaring Internasional

Marknews,id, Yogyakarta – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencatat peran penting di kancah akademik internasional. Kampus tersebut dipercaya menjadi tuan rumah Global Humanities Alliance (GHA) Steering Committee Meeting 2025, sebuah forum strategis yang mempertemukan delapan universitas dari berbagai negara untuk memperkuat kolaborasi di bidang humaniora dan ilmu sosial.

Pertemuan ini dibuka dengan sambutan Dekan FISIPOL UGM dan dihadiri perwakilan institusi anggota GHA, antara lain University of Manchester (Inggris), University of Melbourne (Australia), University of Toronto (Kanada), hingga Ashoka University (India).

Salah satu agenda utama adalah penandatanganan dua dokumen kerja sama internasional. MoU pertama menegaskan arah baru GHA sebagai aliansi global dengan komitmen bersama dalam menentukan visi, misi, serta tata kelola. Dokumen tersebut ditandatangani oleh Angelia Wilson (University of Manchester), Danang Seri Hadmoko (UGM), Jennifer Balint (University of Melbourne), dan Mariana Mota Prado (University of Toronto).

Selain itu, UGM juga meneken Amendment Student Exchange Agreement dengan University of Melbourne. Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Seri Hadmoko, bersama Prof. Jennifer Balint menandatangani perjanjian yang memperluas program pertukaran mahasiswa kedua kampus.

“Kesepakatan ini tidak hanya memperkuat jejaring akademik, tetapi juga membuka lebih banyak ruang bagi mahasiswa untuk merasakan pengalaman lintas budaya,” ujar salah satu perwakilan.

Forum ini menegaskan misi GHA dalam mengangkat peran humaniora dan ilmu sosial di tengah tantangan global. Melalui riset kolaboratif, pengajaran kritis, serta diskusi lintas budaya, aliansi ini berupaya menyoroti isu-isu dunia dengan perspektif yang beragam.

GHA percaya bahwa kekuatan unik masing-masing universitas dapat menjadi motor untuk menghadirkan solusi nyata. Aliansi ini juga membuka peluang bagi universitas lain untuk bergabung dalam jaringan, sehingga menciptakan kerja sama internasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak luas.

Sebagai informasi, delapan universitas yang tergabung dalam GHA yakni Ashoka University (India), Mahidol University (Thailand), Pontificia Universidad Católica de Chile (Chile), Universitas Gadjah Mada (Indonesia), University of Manchester (Inggris), University of Melbourne (Australia), University of Nairobi (Kenya), dan University of Toronto (Kanada).

Dengan momentum ini, FISIPOL UGM kembali memperlihatkan posisinya bukan hanya sebagai pusat pendidikan tinggi nasional, tetapi juga sebagai simpul penting dalam percakapan akademik global.

Sebelumnya

UGM Gelar Pameran Fotografi Global Angkat Isu Keberlanjutan dan Perubahan Iklim

Selanjutnya

KAI Daop 5 Purwokerto Perkuat Keamanan, Libatkan 240 Personel dan Teknologi CCTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement