Beranda Berita Utama KAI Daop 5 Purwokerto Perketat Pengawasan Stasiun di Tengah Situasi Aksi Massa, Jatinegara Jadi Titik Transit Strategis
Berita Utama

KAI Daop 5 Purwokerto Perketat Pengawasan Stasiun di Tengah Situasi Aksi Massa, Jatinegara Jadi Titik Transit Strategis

MARKNEWS,ID , YOGYAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto memastikan seluruh perjalanan kereta api jarak jauh tetap berjalan sesuai jadwal, meskipun situasi nasional masih diwarnai aksi unjuk rasa di sejumlah wilayah. Manajemen KAI menegaskan fokus utama mereka tetap pada kenyamanan dan keselamatan penumpang, sekaligus menjaga keandalan operasional di stasiun-stasiun vital.

Vice President Daop 5 Purwokerto, Gun Gun Nugraha, menginstruksikan seluruh jajaran hingga level terbawah untuk meningkatkan kewaspadaan. Posko internal pun disiagakan di stasiun besar seperti Purwokerto, Kroya, Maos, Kebumen, Kutoarjo, dan Cilacap, dengan penambahan personel pengawas.

“Kami perketat penjagaan aset vital dan menegaskan seluruh pegawai agar selalu siaga. Langkah antisipasi ini untuk memastikan layanan kereta api tidak terganggu,” tegas Gun Gun.

Jatinegara Disiapkan Jadi Titik Transit Penumpang Menuju dan dari Jakarta

Untuk mempermudah akses transportasi, KAI menetapkan Stasiun Jatinegara sebagai titik naik dan turun penumpang selama 31 Agustus hingga 2 September. Kebijakan ini berlaku bagi KA bernomor genap menuju berbagai kota seperti Bandung, Surabaya, Malang, Solo, Yogyakarta, hingga Semarang, serta KA bernomor ganjil dari arah sebaliknya.

Beberapa kereta yang berhenti di Stasiun Jatinegara meliputi rangkaian populer seperti Purwojaya, Argo Bromo Anggrek, Taksaka, Argo Lawu, Gajayana, Bima, hingga Fajar Utama Yogyakarta. Dengan tambahan pemberhentian ini, penumpang dari dan ke Jakarta tidak perlu lagi transit di Stasiun Gambir yang kerap padat.

Imbauan Jaga Ketertiban Fasilitas Umum

KAI juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga ketertiban di stasiun dan selama perjalanan. Krisbiyantoro, Humas Daop 5 Purwokerto, menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi juga penumpang.

“Mari bersama-sama menjaga stasiun tetap nyaman dan aman. Ketertiban fasilitas umum adalah kunci agar perjalanan semua pihak lancar,” ujarnya.

Fokus KAI: Layanan Prima di Tengah Situasi Dinamis

Di tengah kondisi sosial yang dinamis, langkah KAI menambah personel pengawas dan membuka pemberhentian baru di Jatinegara menunjukkan keseriusan perusahaan dalam memberikan layanan prima tanpa kompromi terhadap keselamatan. Kebijakan ini dinilai sebagai upaya strategis, tidak hanya untuk mengurai kepadatan di stasiun ibu kota, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api.

Sebelumnya

98 Resolution Network Dorong Dialog Nasional, Dukung Kebijakan Prabowo dan Tuntutan Ojol

Selanjutnya

UGM Serukan Dialog Damai di Tengah Memanasnya Aksi Massa Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement