Telur Bebas Sangkar Jadi Tren Dunia, Perusahaan Lokal Mulai Mengikuti
MARKNEWS.ID , YOGYAKARTA – Industri pangan global menunjukkan percepatan signifikan dalam mengakhiri penggunaan kandang baterai bagi ayam petelur. Data terbaru dari Open Wing Alliance (OWA) mengungkapkan, 92 persen komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar dengan tenggat waktu publik 2024 atau lebih awal telah terpenuhi. Pencapaian ini menandai kemajuan nyata dalam mendorong sistem pangan yang lebih etis, sekaligus meningkatkan kesejahteraan jutaan hewan ternak di seluruh dunia.
Pergeseran Standar Industri yang Kian Nyata
OWA, koalisi internasional yang juga diikuti Animal Friends Jogja (AFJ), merilis Laporan Pemenuhan Komitmen Telur Bebas Sangkar 2025 yang memantau lebih dari 1.100 perusahaan makanan global. Laporan ini tidak hanya mencatat keberhasilan, tetapi juga menyoroti perusahaan yang gagal melaporkan progres atau melewati tenggat komitmennya.
“Sekadar membuat janji sudah tidak cukup. Konsumen menuntut bukti,” ujar Hannah Surowinski, Senior Associate Director of Global Corporate Relations di The Humane League, organisasi pendiri OWA. Transparansi kini menjadi pembeda utama antara pemimpin industri dan pihak yang tertinggal.
Dampak Global: Dari Eropa Hingga Asia
Peningkatan pemenuhan komitmen tercatat di berbagai wilayah:
-
Eropa mencapai 96 persen,
-
Oseania 94 persen,
-
Amerika Latin 90 persen,
-
Afrika 88 persen,
-
Asia 86 persen.
Di Amerika Serikat, ayam petelur dalam sistem bebas sangkar kini mencapai rekor baru 45,7 persen. Sementara itu, perusahaan global seperti Viking Cruises, Lai Sun Dining, dan Conagra Brands diapresiasi karena pelaporan progres yang transparan.
Perusahaan regional seperti Spur Corporation di Afrika dan Kewpie di Asia turut membuka jalan baru bagi pasar berkembang yang mulai meninggalkan praktik kandang baterai.
Indonesia Mulai Menunjukkan Perubahan
Di Indonesia, meski perkembangan berjalan lebih lambat, tren positif mulai terlihat. Putri Sarah, Corporate Accountability Specialist Farm Animal Advocacy AFJ, mengungkapkan bahwa semakin banyak perusahaan lokal menunjukkan kesadaran untuk mengadopsi telur bebas sangkar.
“Ini saatnya seluruh pelaku industri mendengarkan tuntutan publik dan memastikan setiap komitmen benar-benar diwujudkan,” ujarnya.
Tantangan dan Momentum Tahun Penentu
Laporan OWA hadir di momen penting karena lebih banyak komitmen bebas sangkar akan jatuh tempo pada akhir 2025 dibandingkan gabungan tahun-tahun sebelumnya. Momentum ini didukung infrastruktur rantai pasok yang semakin siap serta meningkatnya tekanan publik terhadap perusahaan yang belum bergerak.
Puluhan perusahaan besar, seperti Compass Group, Aramark, dan Unilever, bahkan telah melangkah lebih jauh dengan merilis pernyataan penggunaan cage-free credits untuk meningkatkan transparansi. Langkah ini diharapkan menjadi standar baru dalam rantai pasok pangan global.
Menuju Sistem Pangan Lebih Beretika
Investigasi global OWA sebelumnya mengungkapkan kondisi mengerikan di peternakan ayam petelur di 37 negara, termasuk pemasok korporasi besar. Fakta ini memperkuat urgensi untuk segera meninggalkan kandang baterai. Dengan pencapaian 92 persen komitmen yang telah terpenuhi, dunia kini berada di jalur yang lebih jelas untuk menghapus praktik tersebut secara permanen.
OWA dan AFJ menegaskan bahwa perubahan sistem pangan yang beretika tidak hanya memenuhi tuntutan konsumen, tetapi juga meningkatkan kualitas rantai pasok sekaligus reputasi perusahaan di mata publik.











