Beranda Berita Utama PLN EPI Ubah Lahan Kritis Gunungkidul Jadi Sumber Biomassa dan Pakan Ternak, Petani Dilatih Budidaya Tanaman Multifungsi
Berita Utama

PLN EPI Ubah Lahan Kritis Gunungkidul Jadi Sumber Biomassa dan Pakan Ternak, Petani Dilatih Budidaya Tanaman Multifungsi

MARKNEWS.ID, YOGYAKARTA — Upaya transformasi energi bersih terus digalakkan melalui pendekatan inovatif dan partisipatif. Salah satunya dilakukan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) yang menggandeng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, pemerintah daerah, serta masyarakat Kalurahan Gombang dan Karangasem di Kabupaten Gunungkidul untuk menghidupkan kembali lahan-lahan kritis yang selama ini terbengkalai.

Lebih dari 30 hektare lahan kritis kini disulap menjadi kawasan produktif melalui penanaman pohon-pohon multifungsi, terutama tanaman Indigofera. Tanaman ini tidak hanya dikenal mampu bertahan dalam kondisi kekeringan ekstrem, namun juga kaya nutrisi seperti nitrogen, fosfor, dan kalsium. Daunnya dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara cabang dan rantingnya digunakan sebagai biomassa untuk mendukung program cofiring di PLTU Pacitan, Jawa Timur.

Tak hanya menanam, sekitar 100 petani dan peternak lokal turut mendapatkan pelatihan intensif mulai dari tahap pembibitan, penanaman, perawatan (pruning), hingga pemanenan. Program ini menjadi bentuk nyata dari integrasi ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, dan penguatan ekonomi masyarakat.

PLN EPI Ubah Lahan Kritis Gunungkidul Jadi Sumber Biomassa dan Pakan Ternak, Petani Dilatih Budidaya Tanaman Multifungsi

“Pelatihan ini mendorong transisi energi bersih, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Mamit Setiawan dari PLN EPI dalam kegiatan pelatihan di kantor Desa Gombang, Kecamatan Ponjong, Selasa (27/5/2025).

Indigofera dipilih sebagai tanaman utama lantaran multifungsi. Selain sebagai pakan kambing dan sapi, daunnya juga digunakan sebagai pewarna alami kain batik. PLN EPI menilai, tanaman ini menjadi salah satu kunci untuk memenuhi kebutuhan biomassa nasional yang ditargetkan mencapai 10,2 juta ton per tahun hingga 2025. Pasalnya, biomassa berperan penting dalam mengejar target bauran energi terbarukan sebesar 23 persen.

“Gunungkidul menyimpan potensi luar biasa, terutama untuk pengembangan biomassa di lahan-lahan marginal atau lahan kritis. Kami ingin mengubah lahan yang tidak produktif menjadi aset ekonomi bagi masyarakat,” imbuh Mamit.

Sejak Maret 2023, program ini telah berjalan selama hampir tiga tahun dan berhasil menanam sekitar 175 ribu pohon jenis Kaliandra, Gamal, dan Indigofera. Ketiganya memberikan manfaat ganda: memperbaiki kualitas lingkungan dan menyediakan sumber daya terbarukan.

Dukungan pun datang dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Kepala Bebadan Pangrekso Loka, Raden Mas Gustilantika Marrel Suryokusumo, menegaskan bahwa pihaknya terbuka untuk memperluas program ini ke wilayah lain jika terbukti membawa dampak positif bagi masyarakat.

“Keberhasilan pemanfaatan lahan kritis di Gombang dan Karangasem nantinya bisa menjadi model yang direplikasi ke wilayah lain di Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujarnya.

Marrel juga menyebut, saat ini pihak Keraton tengah fokus terhadap isu lingkungan hidup. Program biomassa dinilai selaras dengan komitmen tersebut, sekaligus menjawab tantangan pengelolaan lahan tidak produktif di DIY.

“Menurut saya bisa kita tanami dan hasil tanaman multifungsi yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat,” katanya.

Lewat pendekatan sirkular berbasis gotong royong, program ini tak sekadar menanam pohon, namun menumbuhkan harapan baru bagi masa depan energi bersih dan ketahanan pangan yang inklusif. Jika berhasil, skema seperti ini diyakini dapat menjadi percontohan nasional dalam integrasi energi terbarukan dengan pemberdayaan ekonomi rakyat secara berkelanjutan.

Sebelumnya

Realme GT 7T Resmi Meluncur Juni 2025, Bawa Fitur Flagship dengan Harga Lebih Ramah di Kantong

Selanjutnya

Antisipasi Lonjakan Penumpang, KAI Daop 6 Tambah 4 Kereta Api Selama Libur Idul Adha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement