PAUD Athahira Gratiskan SPP untuk Keluarga Kurang Mampu, Dukung Wajib Belajar 13 Tahun
MARKNEWS.ID, BANTUL — Kebijakan pemerintah terkait penerapan wajib belajar 13 tahun yang mulai berlaku pada tahun ajaran 2025/2026 mendapat respons positif dari berbagai lembaga pendidikan, termasuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Salah satu bentuk dukungan datang dari PAUD-TPA Athahira di Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, yang menghadirkan program pendidikan gratis bagi keluarga kurang mampu.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sejak usia dini, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah yang kerap terkendala biaya. Dengan memasukkan satu tahun prasekolah dalam skema wajib belajar nasional, peran PAUD dinilai semakin strategis dalam membangun fondasi pendidikan anak.
Kepala Sekolah PAUD-TPA Athahira, Pri Hastuti, menegaskan bahwa program pembebasan biaya difokuskan pada peserta didik dari keluarga prasejahtera.
”Biaya SPP gratis untuk kelas Kelompok Bermain (KB) dari keluarga kurang mampu,”papar Kepala Sekolah PAUD-TPA Athahira, Pri Hastuti, S.Pd., M.Keb., CHE., pada acara Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Pamong dan Mitra, Senin (16/3) di Ndalem Sekar Wangi Resto.
Selain memberikan keringanan biaya, lembaga ini juga menaruh perhatian besar pada aspek tumbuh kembang anak. Pemantauan perkembangan dilakukan secara berkala melalui skrining yang disesuaikan dengan tahapan usia, guna memastikan setiap anak mendapatkan stimulasi yang tepat sejak dini.
Tidak hanya itu, Athahira juga kembali mengaktifkan program Pojok Literasi sebagai respons atas menurunnya minat baca anak di tengah dominasi penggunaan gawai. Program ini terbuka bagi masyarakat umum dan diharapkan menjadi ruang alternatif untuk membangun kembali budaya membaca.
”Setidaknya dengan Pojok Literasi yang diadakan seminggu sekali ini anak-anak kembali digugah semangatnya untuk kembali membaca buku, majalah, dsb. Kita tahu saat ini anak-anak kita dihadapkan dengan ancaman maraknya gadget,”imbuh Pri Hastuti yang juga dosen di Universitas Al Irsyad Cilacap ini.
Program literasi tersebut dirancang tidak hanya sebagai kegiatan rutin, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan edukatif yang melibatkan lingkungan sekitar. Kehadiran ruang baca sederhana dinilai mampu menjadi titik awal dalam membangun kebiasaan positif di kalangan anak-anak.
Dukungan terhadap inisiatif ini turut datang dari legislatif daerah. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bantul, Agung Laksmono, menyatakan komitmennya untuk mendorong penguatan program literasi sebagai bagian dari prioritas pembangunan daerah.
Melalui kolaborasi antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah, diharapkan berbagai program inovatif seperti ini mampu memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.









