UGM Bersama Otorita IKN Luluskan 39 Aparatur Ahli Smart Forest City
Jogjaterkini.id – Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) menuntaskan Program Pelatihan Khusus Otorita IKN x UGM Online dengan meluluskan 39 aparatur sipil negara OIKN. Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang akan menjadi motor penggerak pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai kota masa depan Indonesia.
Pelatihan intensif yang berlangsung sepanjang November hingga Desember 2025 tersebut diikuti peserta dari sembilan unit kerja strategis di lingkungan OIKN, mulai dari Deputi Transformasi Hijau dan Digital hingga Unit Hukum dan Kepatuhan. Kurikulum yang disusun secara khusus menitikberatkan pada pendekatan lintas disiplin guna menjawab tantangan pembangunan Nusantara sebagai konsep smart forest city.
Penasihat Senior OIKN sekaligus ahli Enterprise Architecture dan Desain Inovasi, Daniel Oscar Baskoro, menyebut capaian kelulusan program ini tergolong tinggi. “Data laporan pelaksanaan menunjukkan tingkat penyelesaian rata-rata melampaui 80 persen, sebuah angka yang merefleksikan dedikasi tinggi para birokrat IKN untuk menyerap ilmu baru,” ujar Daniel, Rabu (21/1).
Ia menjelaskan, materi pelatihan tidak berfokus pada pola birokrasi konvensional, melainkan pada tujuh modul utama yang menjadi fondasi Nusantara, yakni Arsitektur Hijau, Perubahan Iklim, Antropologi Ekologi, Dinamika Penduduk, Big Data, Digital Government, dan Technopreneurship. Dari seluruh modul tersebut, Arsitektur Hijau mencatat tingkat penyelesaian tertinggi hingga 89,74 persen, mencerminkan kuatnya perhatian OIKN terhadap standar pembangunan berkelanjutan dan target net zero emission.
Minat peserta juga terlihat pada modul Antropologi Ekologi yang menekankan pendekatan humanis dalam pembangunan. “Mengikuti modul ini membekali para pembuat kebijakan dengan perspektif humanis untuk memastikan pembangunan fisik IKN tetap menghormati harmoni sosial dan lingkungan setempat,” terangnya.
Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D mengapresiasi keberhasilan program tersebut. Menurutnya, pelatihan ini menjadi contoh konkret kolaborasi triple helix antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat. “Hal ini diperkuat dengan keberadaan Hutan Pendidikan Wanagama Nusantara seluas 621 hektare di kawasan IKN, yang berfungsi sebagai laboratorium hidup bagi riset keberlanjutan,” tuturnya.
Ova menegaskan, peran perguruan tinggi tidak berhenti pada transfer ilmu, tetapi juga mengawal arah pembangunan jangka panjang. UGM, kata dia, berkomitmen mendukung IKN sebagai smart forest city melalui penguatan SDM berbasis riset. “Kita semua bangga melihat para staf OIKN begitu gigih mempelajari disiplin ilmu baru, dari big data hingga antropologi ekologi. Ini adalah modal utama untuk menjadikan Nusantara sebagai jendela Indonesia bagi dunia tropis,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Direktorat Kajian Inovasi Akademik (DKIA) UGM Dr. Hatma Suryoatmojo menilai pelatihan ini menjadi pintu masuk transformasi tata kelola pemerintahan di IKN. “Peserta dalam kesempatan ini dilatih untuk menggunakan analisis data preskriptif dalam pengambilan keputusan, meninggalkan cara-cara lama yang berbasis intuisi semata,” ujarnya.
Ke depan, kolaborasi antara OIKN dan UGM akan diperluas tidak hanya melalui pembelajaran daring, tetapi juga riset lapangan terpadu di kawasan Wanagama Nusantara. Langkah ini diharapkan memastikan setiap kebijakan pembangunan IKN memiliki pijakan akademis yang kuat sekaligus relevan dengan kondisi sosial dan ekologis di lapangan.









