Cegah Risiko di Jalur Kereta, KAI Daop 6 Uji Respons Petugas Lewat Simulasi Terpadu
MARKNEWS.ID, YOGYAKARTA – Upaya menjaga keselamatan perjalanan kereta api kembali menjadi perhatian utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 6 Yogyakarta. Bersama BNPB Yogyakarta, Polsek Gedong Tengen, KAI Commuter, dan KAI Bandara Wilayah Yogyakarta, sejumlah skenario kedaruratan diuji dalam kegiatan simulasi yang berlangsung di Stasiun Yogyakarta pada Jumat (28/11/2025).
Simulasi ini tidak sekadar latihan rutin, tetapi dirancang untuk memastikan setiap petugas memahami prosedur penanganan berbagai potensi ancaman, mulai dari bencana alam hingga gangguan teknis saat perjalanan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum evaluasi koordinasi lintas lembaga yang berperan dalam operasional perkeretaapian di wilayah Yogyakarta.
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih menegaskan pentingnya kesiapan personel dalam menghadapi kondisi kritis.
“Stasiun merupakan simpul transportasi vital yang berperan penting dalam mobilisasi masyarakat. Karena itu, setiap personel perlu memahami peran dan alur koordinasi dalam penanganan kedaruratan agar respons dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan efektif,” ujarnya.
Menurut Feni, rangkaian simulasi meliputi penanganan skenario gempa baik di petak jalan maupun area stasiun. Dalam latihan ini, petugas mempraktikkan penghentian kereta secara darurat, pemeriksaan jalur dan fasilitas, hingga upaya melindungi pelanggan yang berada di peron ketika guncangan terjadi. Selain itu, ada pula skenario overstapen, yaitu proses penanganan gangguan perjalanan akibat faktor alam atau teknis seperti pemindahan penumpang, pengaturan arus evakuasi, serta koordinasi lintas unit demi menjaga kelancaran operasional.
“Pelaksanaan simulasi ini, diharapkan kesiapsiagaan dan sinergi antara seluruh unsur internal KAI dan pihak eksternal semakin solid dalam menghadapi potensi keadaan darurat untuk keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api,” tutup Feni.
Dalam kesempatan tersebut, KAI Daop 6 juga mengimbau masyarakat untuk lebih proaktif melaporkan potensi bahaya yang terlihat di sekitar jalur maupun area stasiun. Tindakan cepat dari masyarakat akan membantu petugas melakukan mitigasi sehingga perjalanan kereta api dapat tetap berlangsung aman, lancar, dan terkendali.









