Belajar Berkurban Sejak Dini: Seribu Rupiah Sehari Dapat Domba Kurban Iduladha
Marknews.id, Yogyakarta — Menabung tak hanya untuk masa depan pribadi, tapi juga untuk berbagi. Melalui program Tabungan Qurban 2026, anak-anak sekolah kini bisa belajar berkurban sejak dini hanya dengan Rp1.000 per hari — dimulai dari Desember 2025 hingga April 2026.
Dalam lima bulan, satu siswa bisa menabung sekitar Rp150.000, yang kemudian digabung bersama teman-teman satu sekolah untuk membeli seekor domba kurban menjelang Iduladha 2026.
Program ini digagas oleh Indo Sejahtera Farm (IS FARM), lembaga penyedia hewan kurban dan mitra peternak rakyat, bekerja sama dengan BPRS Mitra Amal Mulia sebagai bank syariah pengelola tabungan.
“Kami ingin menanamkan semangat berkurban sejak dini. Tidak perlu menunggu dewasa, cukup seribu rupiah per hari sudah bisa ikut berkurban,” ujar Muh. Luthfi Ardiansyah, Direktur Indo Sejahtera Farm, saat ditemui di Yogyakarta, Senin (10/11/2025).
Menurut Luthfi, program ini dibuat agar anak-anak belajar nilai keikhlasan, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial dari hal kecil yang mereka lakukan setiap hari.
“Sekolah cukup menjadi fasilitator. Kami yang menyiapkan sistem tabungan, laporan, hingga hewan kurban yang sehat. Semua dikelola secara transparan dan sesuai syariah,” jelasnya.
Sistem tabungan dibuat mudah dan mendidik. Setiap siswa menabung Rp1.000 per hari ke dalam celengan kelas atau tabungan kolektif sekolah, dan setiap akhir bulan, pihak bank syariah akan datang menjemput tabungan tersebut ke sekolah.
“Kami siap turun langsung ke sekolah-sekolah yang ikut program ini untuk mengambil tabungan anak-anak dan mencatatnya di rekening khusus Tabungan Qurban. Jadi prosesnya aman, transparan, dan tidak merepotkan guru,” ujar Shandi Syafriadi, Kepala Bagian Marketing BPRS Mitra Amal Mulia.
Ia menambahkan, program ini juga menjadi bagian dari edukasi literasi keuangan syariah sejak dini.
“Anak-anak belajar bahwa menabung itu tidak hanya untuk membeli barang, tapi juga untuk berbagi dan beribadah. Kami ingin keuangan syariah menjadi bagian dari pendidikan karakter,” ujarnya.
Jika berjalan lancar, kata Luthfi, maka di bulan Mei 2026 seluruh tabungan akan dikonversi menjadi pembelian domba kurban oleh pihak IS FARM. Domba-domba tersebut nantinya akan dikirim ke sekolah atau lokasi yang ditunjuk untuk disembelih pada Iduladha.
“Kami berharap setiap sekolah bisa menyerahkan kurbannya sendiri. Anak-anak akan melihat langsung hasil jerih payah mereka — itu pengalaman yang luar biasa,” kata Luthfi.
Beberapa sekolah di Yogyakarta dan sekitarnya mulai menunjukkan ketertarikan. Salah satunya SD Islam Terpadu Sleman, yang berencana memulai program ini pada Desember mendatang.
“Kami akan jadikan ini sebagai program pembelajaran karakter. Anak-anak belajar menabung, bersabar, dan berbagi. Saat dombanya tiba nanti, mereka akan merasa bangga,” ujar Nur Aini, Kepala Sekolah SD IT Sleman.
Program ini terbuka bagi sekolah dasar, madrasah, hingga lembaga pendidikan menengah di seluruh DIY dan Jawa Tengah. Selain itu, masyarakat umum juga dapat ikut serta melalui sistem tabungan individu yang difasilitasi oleh IS FARM.
“Berkurban bukan soal besar kecilnya uang, tapi tentang niat dan ketulusan. Dari seribu rupiah sehari, bisa lahir satu ekor domba penuh berkah,” tutup Luthfi.
Dengan semangat kecil yang tumbuh di ruang-ruang kelas, program ini menumbuhkan generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga ikhlas dan peduli sesama. Dari celengan sederhana, lahirlah makna besar: belajar berkurban dari hal paling kecil.











