Stasiun Yogyakarta Hadirkan Pameran Fotografi “Jogja Where to Go” hingga 20 September
Marknews.id , Yogyakarta – Stasiun Yogyakarta kini tidak hanya menjadi simpul transportasi, tetapi juga ruang ekspresi seni dan budaya. Jumat (12/9), Daop 6 Yogyakarta bekerja sama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta serta Lawasan Batik Yogyakarta resmi membuka pameran fotografi bertajuk “Jogja Where to Go”.
Pameran yang berlangsung pada 12–20 September 2025 ini digelar di Lobby Timur dan Lorong Underpass Stasiun Yogyakarta. Selama sepuluh hari ke depan, pengunjung dapat menikmati karya visual yang menyoroti keindahan destinasi wisata, budaya, hingga batik khas Yogyakarta.
Ruang Publik Non Komersial di Stasiun
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menghadirkan ruang publik non komersial yang bermanfaat.
“Daop 6 Yogyakarta berkomitmen untuk terus menyediakan ruang publik non komersial yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan berbagai komunitas untuk tujuan edukasi positif sekaligus menjaga keamanan serta kenyamanan penumpang selama berada di Stasiun Yogyakarta,” ujar Feni.
Menurutnya, keberadaan pameran ini menjadi wujud nyata bahwa stasiun besar tidak hanya berfungsi sebagai titik keberangkatan dan kedatangan, melainkan juga wadah interaksi kreatif masyarakat.
Kolaborasi Seni dan Transportasi
Perwakilan Lawasan Batik Yogyakarta, Elok Setia Wardani, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kolaborasi lintas bidang ini.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kesempatan berkolaborasi sehingga pameran ini dapat terlaksana dengan baik,” ungkap Elok.
Dekan Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta, Edial Rusli, juga memberikan pandangan positif terhadap keberadaan ruang publik di stasiun yang bisa dimanfaatkan mahasiswa.
“Adanya ruang publik non komersial di stasiun dapat menjadi media edukasi sekaligus memberikan ruang berekspresi bagi mahasiswa,” jelas Edial.
Lebih dari Sekadar Transportasi
Feni menambahkan, penyelenggaraan pameran ini juga memiliki makna strategis.
“Stasiun Besar Yogyakarta hadir tidak hanya sebagai simpul transportasi, tetapi juga menjadi ruang publik non komersial yang terbuka untuk edukasi, budaya, dan kreativitas masyarakat,” tuturnya.
Ia menegaskan kegiatan ini merupakan dukungan nyata Daop 6 bagi dunia akademisi, pertumbuhan komunitas, serta pelestarian budaya lokal.
“Kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan Daop 6 terhadap dunia akademisi, mendukung pertumbuhan dan perkembangan komunitas, serta turut melestarikan budaya dan kesenian lokal,” tambahnya.
Pengalaman Baru bagi Penumpang
Dengan hadirnya pameran fotografi ini, penumpang yang melintas di Stasiun Yogyakarta diharapkan mendapat pengalaman berbeda. Tidak hanya menunggu keberangkatan, mereka juga bisa menikmati karya seni yang menyajikan potret inspiratif Yogyakarta dari berbagai perspektif.
Pameran “Jogja Where to Go” sekaligus memperlihatkan bahwa transportasi publik dapat bersinergi dengan seni dan budaya, menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat maupun wisatawan yang singgah di Kota Gudeg.











