Dorong Kesadaran Keselamatan Pengguna Jalan , KAI Daop 6 Perketat Pengawasan Jalur Rel
MARKNEWS.ID , YOGYAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta terus meningkatkan pengawasan jalur kereta api melalui kegiatan Safety Walkthrough yang kembali digelar pada Rabu (20/8). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Deputy EVP KAI Daop 6, Nugroho Dwi Sasongko, dengan fokus pemeriksaan dari Stasiun Yogyakarta hingga Stasiun Patukan.
Pemeriksaan tidak hanya mencakup kondisi jalur rel dan prasarana perkeretaapian, tetapi juga memastikan kelengkapan perangkat di Pos Penjaga Jalur Lintas (PJL), termasuk palang pintu perlintasan dan sistem pendukung keselamatan lainnya berfungsi optimal.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi langsung bagi masyarakat. “Kami tidak hanya memeriksa jalur, tetapi juga turun ke perlintasan untuk memberikan sosialisasi keselamatan. Salah satu pesan utamanya adalah mengingatkan pengguna jalan agar tidak menerobos pintu perlintasan demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Feni menambahkan, dukungan masyarakat terhadap keselamatan perjalanan kereta api sangat diapresiasi. KAI berharap kolaborasi ini dapat membangun budaya disiplin di perlintasan sebidang serta mengurangi potensi kecelakaan.
Lebih lanjut, KAI Daop 6 terus mendorong penerapan budaya “zero accident” dengan mengintegrasikan aspek keselamatan dalam seluruh proses operasional. Safety Walkthrough rutin di berbagai wilayah operasi menjadi langkah strategis menjaga kepercayaan publik terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman dan andal.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan potensi bahaya atau aktivitas mencurigakan di sekitar jalur kereta kepada petugas terdekat. “Kesadaran dan kepedulian bersama menjadi kunci agar perjalanan kereta api tetap selamat, aman, dan lancar,” pungkas Feni.
Dengan langkah konsisten ini, KAI Daop 6 tidak hanya berfokus pada keandalan layanan, tetapi juga membangun ekosistem transportasi berbasis keselamatan yang melibatkan seluruh pihak, mulai dari petugas lapangan hingga pengguna jalan.











