Beranda Serba-Serbi Bimtek Anggrek Merapi Dorong Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Plasma Nutfah DIY
Serba-Serbi

Bimtek Anggrek Merapi Dorong Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Plasma Nutfah DIY

MARKNEWS.ID , YOGYAKARTA – Upaya menjaga kekayaan hayati sekaligus membuka peluang ekonomi baru dilakukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY bersama Yayasan Pelestarian Anggrek Merapi (YPAM). Keduanya berkolaborasi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Anggrek yang tak hanya membahas teknik perawatan, tetapi juga strategi pemanfaatannya sebagai sumber penghasilan dan media pemberdayaan masyarakat.

Pelatihan yang digelar pada 13 dan 19 Agustus 2025 ini dilaksanakan secara hybrid, dengan metode klasikal di Ruang Mawar DPKP DIY dan daring melalui Zoom. Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran 15 orang per angkatan secara tatap muka serta ratusan peserta daring dari berbagai daerah, mulai Bali hingga Sumatra Utara.

Menurut Kepala DPKP DIY Ir. Syam Arjanti, MPA, program ini bukan sekadar memperkenalkan teknik perbanyakan dan pengendalian hama anggrek. “Bimtek ini menjadi langkah strategis untuk mengenalkan potensi Anggrek Vanda tricolor var. suavis, spesies endemik lereng Merapi yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus fungsi ekologis,” ujarnya saat membuka acara.

Vanda tricolor var. suavis dikenal memiliki pesona khas: kelopak putih dengan bintik ungu kecokelatan, labial ungu cerah, serta aroma harum yang kuat. Sayangnya, keindahan ini belum banyak dikenal masyarakat DIY. Melalui pelatihan, pemerintah berharap masyarakat tak hanya merawat anggrek sebagai hobi, tetapi juga mengembangkannya menjadi usaha produktif yang mendorong ekonomi kreatif sekaligus menjaga kelestarian plasma nutfah lokal.

Narasumber pelatihan berasal dari praktisi berpengalaman, termasuk Ir. Chalid Swastika dan Hj. Sri Suprih Lestari, pendiri sekaligus ketua pembina YPAM. Materi yang diberikan meliputi teknik kultur jaringan, cara memperbanyak bibit, hingga teknologi pengendalian penyakit tanaman. Kegiatan ini juga menjadi forum konsultatif, tempat pehobi dan pelaku usaha bertukar pengalaman.

Sebagai bentuk dukungan, Hj. Sri Suprih Lestari menyerahkan Anggrek Vanda tricolor berbunga kepada Kepala DPKP DIY. Ia berharap pelatihan serupa dapat berlanjut dengan materi lanjutan di tahun depan. “Anggrek bukan hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi sarana terapi, hiburan, bahkan media mempererat silaturahmi,” jelasnya.

Melalui kolaborasi ini, DIY diharapkan tidak hanya menjadi pusat konservasi anggrek khas Merapi, tetapi juga melahirkan pelaku usaha baru yang mampu bersaing di pasar nasional.

Sebelumnya

KAI Daop 5 Jamin Perjalanan Aman dan Nyaman di Tengah Lonjakan Penumpang

Selanjutnya

Dorong Kesadaran Keselamatan Pengguna Jalan , KAI Daop 6 Perketat Pengawasan Jalur Rel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement