UGM Batalkan Acara Peluncuran Buku “JOKOWI’s WHITE PAPER” di UC Hotel
MARKNEWS.ID , YOGYAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) memastikan tidak memfasilitasi kegiatan yang diklaim bertajuk “Konferensi Pers Tokoh Nasional Hadiah Kemerdekaan RI ke-80” yang sedianya berlangsung di UC Hotel UGM pada Senin (18/8/2025) pukul 14.00–17.00 WIB. Pihak kampus menegaskan keputusan ini diambil atas dasar pertimbangan prosedural dan politis.
Wakil Rektor UGM menuturkan, acara yang rencananya digelar tersebut diduga berkaitan erat dengan peluncuran buku berjudul “JOKOWI’s WHITE PAPER” karya RRT (Roy-Rismon-Tifa) setebal lebih dari 500 halaman. Menurut UGM, kegiatan ini berpotensi memunculkan kegaduhan politik yang tidak relevan dengan peran universitas sebagai lembaga pendidikan.
Kronologi Pemesanan yang Tidak Sesuai Prosedur
Berdasarkan keterangan resmi UGM, pemesanan ruang dilakukan pada Minggu (17/8/2025) pukul 13.25 WIB oleh seseorang bernama Aida. Ia mengajukan permintaan penggunaan ruang pertemuan untuk kegiatan yang disebut sebagai “pertemuan kecil panitia HUT Kemerdekaan.”
Pihak UC Hotel UGM sempat menanyakan rincian acara untuk memastikan kesesuaian dengan prosedur. Aida menyebut bahwa ketua panitia, Bangun Sutoto, akan datang bersama “Keamanan Internal UGM” untuk melakukan pengecekan. Namun hingga siaran pers dirilis, tidak pernah ada komunikasi lanjutan dari pihak tersebut.
Meski sempat menerima pembayaran awal (down payment) pada pagi hari yang sama, UC Hotel memutuskan mengembalikan dana tersebut setelah memperoleh informasi bahwa acara sebenarnya berbeda dengan yang disampaikan.
Alasan Penolakan UGM
UGM menegaskan ada dua alasan utama pembatalan acara:
-
Prosedural: Informasi yang diberikan saat pemesanan tidak sesuai fakta, sehingga melanggar aturan internal unit usaha universitas.
-
Politis: Acara diduga sarat kepentingan politik yang tidak terkait langsung dengan UGM.
“UGM menghormati setiap aspirasi masyarakat, tetapi kami tidak bersedia dilibatkan melalui cara yang tidak semestinya. Universitas memiliki tanggung jawab menjaga pertukaran gagasan yang sehat sekaligus suasana masyarakat yang kondusif,” ujar perwakilan UGM dalam pernyataan resminya.
Komitmen UGM Jaga Netralitas
UGM menegaskan tetap mendukung kebebasan berekspresi dan keterbukaan dalam pertukaran gagasan. Namun, universitas memiliki kewajiban memastikan setiap kegiatan yang difasilitasi sesuai aturan serta tidak menimbulkan kegaduhan publik.
“Bagi UGM, acara ini tidak menunjukkan keterbukaan sejak awal dan berpotensi menimbulkan keresahan yang tidak perlu. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menolak pemakaian UC Hotel untuk kegiatan tersebut,” tegas pernyataan resmi kampus.
Dengan sikap ini, UGM memperkuat komitmen untuk tetap netral dari kepentingan politik praktis sekaligus menjaga integritas sebagai institusi pendidikan.











