Idul Adha Jadi Ajang Konsolidasi Sosial PDI Perjuangan Yogya, 1.153 Paket Kurban Dibagikan
MARKNEWS.ID, YOGYAKARTA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menggelar aksi sosial dalam rangka Idul Adha 1446 H dengan menyalurkan 1.153 paket daging kurban kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni, memperkuat semangat gotong royong dan nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi partai berlambang banteng tersebut.
Acara penyaluran kurban ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Wakil Wali Kota Wawan Harmawan, serta Ketua DPRD Kota Yogyakarta Wisnu Sabdono Putro. Turut hadir pula Ketua Komisi D DPRD DIY Dwi Wahyu Budiyantoro, Ketua Panitia Kurban H. Mashuri, serta Ketua Panitia Bulan Bung Karno Ipung Purwandari. Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi kader partai, termasuk dari fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kota Yogyakarta.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menekankan bahwa momentum Idul Adha kali ini menjadi momen reflektif dan penuh makna, seiring dengan peringatan hari lahir proklamator bangsa.
“Seluruh kader di eksekutif, legislatif, struktur partai dan keluarga PDI Perjuangan perlu terus mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan sendiri. Kehadiran PDI Perjuangan sangat penting untuk masyarakat, membantu menyelesaikan persoalan rakyat. Karma baik akan melahirkan hal baik, ini yang kami percaya,” ujar Eko Suwanto pada Minggu (8/6/2025).
Ia menambahkan, semangat berbagi melalui kurban diyakini akan membuka jalan datangnya rezeki yang lebih luas. Paket-paket daging tersebut disalurkan kepada warga yang membutuhkan, termasuk keluarga dengan balita serta sejumlah panti asuhan dan lembaga sosial.
“Informasi dari panitia, sebagian daging qurban juga dibagikan kepada penerima PMT di Sorosutan, Kricak, Muja Muju, Sosromenduran. Juga dibagikan di panti asuhan Mizan Amanah dan UPT Rumah Pengasuhan Anak Wiloso Projo. Prinsipnya PDI Perjuangan terus bekerja keras membahagiakan masyarakat. Kita ajak masyarakat terus perkuat solidaritas, perkokoh gotong royong,” jelas Eko.
Dalam pelaksanaannya, PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menyembelih enam ekor sapi dan empat kambing. Ketua panitia kurban, H. Mashuri menyebut, daging hasil penyembelihan tersebut dikemas menjadi lebih dari seribu paket yang kemudian didistribusikan secara simbolis oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota kepada para ketua PAC dan ketua ranting PDI Perjuangan se-Kota Yogyakarta.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyambut positif aksi sosial ini sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap rakyat kecil.
“PDI Perjuangan ini partainya wong cilik dan di momen seperti ini harus lebih dekat dalam tindakan pada wong cilik. Ini bagian implementasi ideologi partai, sekaligus mengikat batin bersama warga,” ungkap Hasto.
Ia menegaskan bahwa kehadiran partai tidak hanya sebatas pada tataran wacana, namun harus diwujudkan dalam aksi nyata, terutama dalam momentum sosial keagamaan seperti Idul Adha.
“Ideologi partai tak boleh berhenti pada gagasan saja, namun harus berwujud menjadi kerja nyata di masyarakat. Rezeki bisa datang dari mana saja, itu benar. Daging untuk penggerobak sudah tercukupi dari bantuan teman-teman Ikatan Notaris Indonesia. Kami bisa memberikan untuk penggerobak yang jasanya luar biasa untuk warga masyarakat. Hari ini begitu pula di PDI Perjuangan Kota Yogya, semangat yang sama untuk berbagi pada sesama,” imbuh Hasto.
Sebagai penutup, H. Mashuri menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan semangat gotong royong yang ditunjukkan berbagai pihak yang terlibat, mulai dari relawan Baguna, Satgas Andika Wiratama, hingga BSPN. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para tokoh yang turut menyukseskan kegiatan, termasuk Walikota, Wakil Walikota, anggota DPR RI Totok Hedi Santosa, anggota DPD RI Yashinta, dan Ketua Komisi D DPRD DIY Dwi Wahyu Budiantoro.
Langkah konkret ini sekaligus menegaskan peran aktif PDI Perjuangan dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan memperkuat posisi partai sebagai pelayan rakyat, tidak hanya di ruang politik, tetapi juga dalam kehidupan sosial sehari-hari.











