Beranda Pendidikan Dorong Profesionalisme Humas di Era Digital, Praktisi UGM Luncurkan Dua E-Book Panduan Strategis
Pendidikan

Dorong Profesionalisme Humas di Era Digital, Praktisi UGM Luncurkan Dua E-Book Panduan Strategis

MARKNEWS.ID, YOGYAKARTA  – Menghadapi kompleksitas komunikasi di era disrupsi digital, Satria Ardhi Nugraha, S.S., M.A., seorang praktisi kehumasan Universitas Gadjah Mada (UGM), merespons tantangan tersebut dengan meluncurkan dua e-book terbaru bertema kehumasan strategis. Kedua karya ini bertajuk Menguasai Media: Panduan Praktis Humas Profesional dan Panduan Kehumasan dan Keprotokolan di Perguruan Tinggi.

Langkah ini menjadi wujud nyata kontribusi dari kalangan praktisi kampus untuk menjawab kebutuhan akan literatur kehumasan yang aplikatif dan kontekstual. Kedua buku digital tersebut dirancang tidak sekadar berbasis teori, namun juga kaya akan praktik langsung di lapangan, menjadikannya relevan bagi para humas, dosen, dan mahasiswa komunikasi di berbagai institusi.

Menariknya, proses penulisan e-book ini turut memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu dalam menyusun struktur dan isi. Meski begitu, setiap konten tetap melalui proses kurasi dan penyuntingan langsung oleh Satria demi menjaga keakuratan dan kesesuaian konteks lokal.

“E-book ini saya susun untuk memberikan panduan yang mudah dipahami namun tetap mendalam, sehingga bisa langsung diterapkan oleh humas di instansi manapun, khususnya di lingkungan kampus,” ungkap Satria saat diwawancarai pada Rabu (9/4). Saat ini, ia menjabat sebagai Pranata Humas di Fakultas Peternakan (Fapet) UGM.

Buku Menguasai Media berfokus pada strategi membangun relasi dengan media, teknik penyusunan siaran pers, serta penanganan krisis komunikasi. Sementara Panduan Kehumasan dan Keprotokolan di Perguruan Tinggi lebih menekankan pada peran humas institusional, etika komunikasi, penyusunan acara resmi, dan kolaborasi dengan tim protokol dalam pelaksanaan event.

Karya ini menuai respon positif dari kalangan akademisi. Salah satunya datang dari Dwi Pela Agustina, S.I.Kom., M.A., dosen Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta. Ia menilai buku tersebut sangat tepat menjadi referensi utama bagi pembelajaran kehumasan masa kini.

“E-book ini sangat komprehensif dan aplikatif. Layak menjadi pegangan pembelajaran kehumasan, baik bagi mahasiswa maupun praktisi, terutama dalam menghadapi tantangan komunikasi era digital yang serba cepat dan penuh noise,” ujar Pela.

Apresiasi serupa disampaikan Dr. Arie Sudjito, S.Sos., M.Si., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni UGM. Ia melihat kehadiran dua e-book ini sebagai kontribusi penting untuk memperkuat kapasitas komunikasi institusional di tengah derasnya arus informasi.

“Saya melihat apa yang dilakukan Satria ini sebagai inisiatif penting. Ia bukan hanya menulis, tapi mentransformasikan pengalamannya yang panjang di dunia media dan kehumasan menjadi panduan yang berguna bagi banyak pihak. E-book ini bukan hanya relevan untuk praktisi, tapi juga sangat layak dijadikan materi pembelajaran dan pengembangan kapasitas SDM di lingkungan kampus,” tutur Arie.

Dorong Profesionalisme Humas di Era Digital, Praktisi UGM Luncurkan Dua E-Book Panduan Strategis

Tidak berhenti sampai di situ, Satria berencana menjadikan dua e-book ini sebagai materi pelatihan di berbagai lembaga pendidikan dan pelatihan kehumasan yang dikelolanya. Ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kehumasan.

Dikenal sebagai figur yang telah lama berkecimpung di dunia media, rekam jejak Satria dimulai dari Radio UNISI FM, Jogja TV, hingga menjadi kontributor di Okezone.com dan Koordinator Liputan Radio Trijaya FM Yogyakarta. Bergabung dengan Humas UGM sejak 2010, ia pernah menduduki berbagai posisi strategis seperti reporter, Kepala Subbagian Pemberitaan, hingga Koordinator Bidang Pemberitaan, sebelum akhirnya menjabat sebagai Pranata Humas Fapet UGM sejak Mei 2024.

Melalui karya dan kiprah profesionalnya, Satria ingin menunjukkan bahwa komunikasi strategis yang kuat tak hanya bertumpu pada teori, melainkan pada pemahaman konteks, penguasaan media, serta kemampuan beradaptasi di tengah lanskap digital yang terus berubah.

Sebelumnya

KAI Daop 6 Yogyakarta Perketat Pengawasan Perlintasan Sebidang, 7 Titik Liar Ditutup Sepanjang 2025

Selanjutnya

KAI Daop 6 Yogyakarta Hadirkan Pengalaman Perjalanan Unik Lewat “Journey Experience Symphony”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement