Forcreator Didorong Berani Berkarya dan Ambil Peran
MARKNEWS.ID, SLEMAN — Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Pondok Modern (PP IKPM) Gontor melakukan kunjungan konsolidasi ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kunjungan ini menjadi momentum mempererat hubungan antaralumni sekaligus menguatkan peran alumni Gontor di berbagai bidang.
Rombongan konsolidasi PP IKPM Gontor dipimpin Dr. H. Umar Said Wijaya, M.Pd., H. Suwarno, TM., S.Ag., dan Ustaz Ainur Rozi. Mereka diagendakan juga mengunjungi sejumlah pesantren, termasuk PP Roji Syafaat Jogja dan PP Al-Ihsan Wat-Taqwa Candiwulan, Kebumen.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga membawa amanah untuk menyerahkan Surat Keputusan (SK) dan Piagam Pelantikan Forcreator IKPM Gontor. Forum Kreator Gontor tersebut telah ditetapkan sejak 13 Juli 2025.
Pertemuan bersama Forcreator berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Sejumlah pesan dari pimpinan dan sesepuh IKPM disampaikan kepada para alumni, terutama tentang pentingnya menjaga persatuan, membangun regenerasi, dan berani mengambil peran.
Umar Said mengatakan alumni Gontor di mana pun berada memiliki tanggung jawab menjadi perekat umat. Perbedaan pilihan partai maupun organisasi, kata dia, tidak semestinya menghilangkan persatuan di antara alumni.
“Partai boleh berbeda-beda, tetapi ketika kita berkumpul, kita tetap satu. Organisasi boleh berbeda-beda, tetapi ketika berkumpul, kita tetap satu,” ujar Umar di Lugaru Baru, Sleman, Jumat malam, 8 Agustus 2026.
Menurut Umar, semangat tersebut menjadi salah satu karakter pendidikan Gontor yang banyak dikagumi kalangan pesantren lain. Alumni dari berbagai angkatan dan latar belakang dapat tetap membangun hubungan yang akrab ketika bertemu.
Ia mengatakan karakter tersebut merupakan bagian dari pendidikan Gontor yang harus dipertahankan. Alumni tidak hanya diharapkan menjaga hubungan persaudaraan, tetapi juga memiliki binaan di lingkungan masing-masing.
“Alumni, di mana pun berada, hendaknya mempunyai binaan,” kata Umar.
Binaan tersebut dapat dilakukan sesuai profesi masing-masing. Seorang guru dapat membina murid atau santri. Mereka yang bergerak di bidang korporasi juga dapat membina generasi muda melalui berbagai kegiatan.
Umar juga mengingatkan pesan KH Imam Zarkasyi bahwa apa pun profesi seorang alumni, mereka tetap memiliki tanggung jawab untuk mengajar.
“Mengajar dalam arti yang luas. Tidak harus mengajar di dalam kelas, tetapi di mana pun berada, kita harus mengajar,” ujarnya.
Forcreator Didorong Tidak Takut Mengambil Peran
Pesan mengenai keberanian mengambil peran juga disampaikan sesepuh IKPM Gontor Cabang Yogyakarta, Imam Mujiono.
Imam mengingatkan dinamika perjalanan IKPM di Yogyakarta yang pernah diwarnai berbagai perbedaan pandangan dan proses musyawarah, termasuk dalam pergantian kepemimpinan. Menurut dia, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa organisasi membutuhkan orang-orang yang berani tampil dan mengambil tanggung jawab.
“Jangan takut untuk mengambil peran. Jangan hanya menjadi penonton,” ujar Imam.
Menurut dia, organisasi tidak akan berjalan apabila semua orang hanya menunggu. Karena itu, regenerasi harus terus dilakukan dengan memberikan ruang kepada generasi muda untuk tampil, belajar, dan mengambil tanggung jawab.
Imam secara khusus mendorong para anggota Forcreator untuk memanfaatkan ruang yang telah tersedia. Forum tersebut, kata dia, bukan sekadar wadah berkumpul, tetapi tempat para alumni mengembangkan kreativitas sekaligus menyumbangkan gagasan bagi organisasi.
“Kalian adalah bagian penting dari gerak organisasi. Kalian punya ruang untuk berkarya, menyuarakan gagasan, dan ikut membangun arah masa depan dengan kreativitas yang kalian miliki,” kata Imam.
Ia menekankan bahwa kepemimpinan tidak semata-mata berkaitan dengan jabatan. Yang lebih penting adalah kesediaan memberikan tenaga, pikiran, dan kemampuan untuk menjaga keberlangsungan organisasi.
“Yang paling penting bukan siapa yang menjadi ketua atau siapa yang mendapatkan posisi. Yang penting adalah bagaimana organisasi ini tetap hidup, berkembang, dan memberikan manfaat,” ujarnya.
Dari Gagasan Menjadi Forum Kreator
Dalam pertemuan itu, Umar juga menceritakan proses awal terbentuknya Forcreator IKPM Gontor. Menurut dia, gagasan forum tersebut muncul dari kebutuhan menyediakan ruang bagi alumni Gontor yang bergerak di bidang seni, kreativitas, dan sosial.
Ia mengatakan mengikuti perkembangan Forcreator sejak gagasan awal forum tersebut mulai dibicarakan. Salah satu pembicaraan yang kemudian berkembang adalah kemungkinan mengangkat pengalaman para alumni ke dalam karya film.
Gagasan mengenai forum kreator kemudian terus berkembang. Diskusi berlanjut hingga penyusunan AD/ART dan pembentukan organisasi.
Proses tersebut sempat mengalami kevakuman setelah salah satu tokoh yang terlibat dalam proses awal pembentukan forum meninggal dunia sekitar sepekan sebelum pelantikan. Pengurus kemudian mencari sosok yang dapat melanjutkan forum tersebut.
Setelah melalui sejumlah proses dan mendapat dukungan dari beberapa pihak, Forcreator kembali menemukan momentum untuk dikembangkan.
Kunjungan PP IKPM Gontor ke DIY-Jateng mengusung tema “Menapaki Tangga, Merajut Amanah.” Penyerahan SK dan Piagam Pelantikan Forcreator menjadi salah satu bagian penting dalam kunjungan tersebut.
Momentum itu sekaligus menjadi penegasan bahwa alumni Gontor memiliki ruang untuk mengambil peran sesuai bidang masing-masing. Para senior memberikan pengalaman, sementara generasi muda diharapkan meneruskan perjuangan dengan kreativitas dan cara yang sesuai dengan tantangan zamannya.
Bagi Forcreator, pesan tersebut menjadi dorongan untuk tidak berhenti pada karya. Kreativitas juga diharapkan menjadi bagian dari gerak organisasi, ruang menyampaikan gagasan, sekaligus cara alumni memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.









