Beranda Berita Utama Jenang Gempol Tetap Digemari, Kuliner Lawas Yogyakarta Ini Jadi Incaran Pengunjung Pasar Kangen 2026
Berita Utama

Jenang Gempol Tetap Digemari, Kuliner Lawas Yogyakarta Ini Jadi Incaran Pengunjung Pasar Kangen 2026

Marknews.id – Di tengah deretan kuliner tradisional yang memenuhi kawasan Taman Budaya Yogyakarta (TBY), jenang gempol menjadi salah satu makanan yang menarik perhatian pengunjung Pasar Kangen 2026. Sajian berbahan dasar tepung beras dengan kuah santan dan gula aren tersebut terus diburu masyarakat yang ingin menikmati kembali cita rasa khas kuliner tradisional Yogyakarta.

Fenomena ini menunjukkan bahwa makanan warisan daerah masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat, bahkan di tengah maraknya pilihan kuliner modern. Salah satu stan yang ramai didatangi pengunjung adalah Katon Jenang Gempol Morojoyo, usaha kuliner milik Wulan, warga Kotagede, yang telah menekuni usaha tersebut sejak 2018.

Melalui usahanya, Wulan berupaya menjaga keberlangsungan jenang gempol yang kini semakin jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Berangkat dari keinginan melestarikan jajanan tradisional, ia menjadikan jenang gempol sebagai produk utama yang terus dipertahankan dengan resep turun-temurun.

Pasar Kangen 2026 menjadi momentum penting bagi pelaku kuliner tradisional untuk memperkenalkan kembali makanan khas daerah kepada masyarakat yang lebih luas. Kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (28/6/2026) itu tidak hanya menghadirkan aneka kuliner, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan budaya melalui pameran kerajinan, barang lawasan, dan pertunjukan seni rakyat.

Tahun ini, Pasar Kangen mengangkat tema “Ana Upaya, Ana Upa”, yang merefleksikan semangat ikhtiar, gotong royong, dan upaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Jenang gempol sendiri dikenal sebagai makanan tradisional dengan komposisi sederhana. Hidangan ini terdiri dari bubur sumsum berwarna cokelat yang dipadukan dengan gempol atau bulatan adonan tepung beras berwarna putih, kemudian disiram kuah santan. Kombinasi rasa manis dari gula aren dan gurihnya santan menghasilkan cita rasa yang khas serta mudah dikenali.

Keunikan rasa tersebut menjadi alasan mengapa jenang gempol masih diminati berbagai kalangan. Selama penyelenggaraan Pasar Kangen, pengunjung yang datang ke stan Katon Jenang Gempol Morojoyo tidak hanya berasal dari generasi yang pernah akrab dengan makanan tersebut, tetapi juga anak-anak muda yang ingin mengenal kuliner tradisional Yogyakarta.

Sebagian pengunjung memanfaatkan kesempatan itu untuk bernostalgia dengan jajanan masa kecil, sementara lainnya menjadikan jenang gempol sebagai pengalaman kuliner baru yang sebelumnya hanya mereka dengar dari cerita keluarga maupun kerabat.

Komitmen menjaga keaslian rasa menjadi salah satu faktor yang membuat jenang gempol tetap diminati. Seluruh proses pengolahan yang dilakukan Katon Jenang Gempol Morojoyo masih mempertahankan resep tradisional sehingga karakter rasa dan teksturnya tetap terjaga.

Lebih dari sekadar makanan penutup, jenang gempol juga merepresentasikan identitas kuliner Yogyakarta yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Kehadirannya dalam ajang budaya seperti Pasar Kangen menjadi bukti bahwa pelestarian kuliner tidak hanya dilakukan melalui dokumentasi, tetapi juga dengan menghadirkannya langsung kepada masyarakat untuk dinikmati.

Antusiasme pengunjung terhadap jenang gempol selama Pasar Kangen 2026 memperlihatkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki daya tarik kuat. Selama cita rasa autentik tetap dipertahankan dan ruang promosi budaya terus tersedia, makanan-makanan warisan seperti jenang gempol berpeluang terus bertahan dan dikenal oleh generasi mendatang.

Sebelumnya

KPU DIY Perkuat Integritas Penyelenggara Pemilu Lewat Sosialisasi Etik dan Diskusi Penundaan Pemilu

Selanjutnya

Mila Arlinda Ubah Stigma Peternakan, Bangun Bisnis Kambing-Domba Modern Beromzet Ratusan Juta di Tuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement