Tren Smartwatch Premium Dongkrak Pasar Global, Apple Masih Jadi Penguasa di Awal 2026
MARKNEWS.ID – Industri smartwatch global menunjukkan sinyal pemulihan yang semakin kuat pada awal 2026. Setelah sempat menghadapi perlambatan dalam beberapa tahun terakhir, pasar jam tangan pintar kembali mencatat pertumbuhan positif berkat meningkatnya minat konsumen terhadap perangkat wearable dengan fitur kesehatan yang lebih canggih.
Laporan terbaru Counterpoint Research mengungkapkan bahwa pengiriman smartwatch global pada kuartal pertama 2026 meningkat 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh meningkatnya permintaan pada segmen premium serta pulihnya pasar China yang mendapat dukungan dari program subsidi perangkat elektronik pemerintah setempat.
Apple Perkuat Dominasi Pasar Smartwatch Dunia
Di tengah persaingan yang semakin ketat, Apple tetap mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar smartwatch global. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu berhasil menguasai 23 persen pangsa pasar dunia.
Tak hanya mempertahankan posisi teratas, Apple juga mencatat pertumbuhan pengiriman Apple Watch sebesar 21 persen secara tahunan. Angka tersebut menjadi pertumbuhan tercepat di antara sepuluh merek smartwatch terbesar dunia selama periode yang sama.
Counterpoint mencatat bahwa Amerika Utara masih menjadi kontributor terbesar bagi penjualan Apple Watch dengan porsi lebih dari separuh total pengiriman. Namun, laju pertumbuhan paling signifikan justru datang dari pasar China dan Eropa.
Keberhasilan tersebut didorong oleh hadirnya fitur kesehatan terbaru yang semakin lengkap, ditambah kehadiran Apple Watch SE 3 yang menawarkan harga lebih terjangkau sehingga mampu menjangkau pengguna baru.
Huawei Kokoh di Posisi Kedua
Huawei terus menunjukkan performa kuat di pasar global dengan menguasai 17 persen pangsa pasar smartwatch dunia pada kuartal pertama 2026.
Merek asal China tersebut mencatat pertumbuhan pengiriman sebesar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dominasi Huawei bahkan jauh lebih besar di pasar domestiknya. Di China, Huawei mengendalikan sekitar 40 persen pasar smartwatch, menjadikannya pemain paling dominan di negara tersebut.
Xiaomi Masuk Tiga Besar
Posisi ketiga ditempati Xiaomi dengan pangsa pasar global sebesar 10 persen. Vendor teknologi asal China ini berhasil mencatat pertumbuhan pengiriman sebesar 9 persen secara tahunan.
Sementara itu, merek smartwatch anak-anak Imoo berada di peringkat keempat dengan pangsa pasar 7 persen dan pertumbuhan 2 persen. Popularitas produk smartwatch anak yang tinggi di China menjadi salah satu faktor yang menopang kinerja perusahaan tersebut.
Lima besar produsen smartwatch dunia ditutup oleh Samsung. Perusahaan asal Korea Selatan itu menguasai 5 persen pasar global. Namun berbeda dengan kompetitornya, Samsung justru mengalami penurunan pengiriman yang cukup tajam, yakni mencapai 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Counterpoint tidak menjelaskan secara rinci faktor yang menyebabkan penurunan kinerja smartwatch Samsung selama kuartal pertama tahun ini.
Daftar 5 Vendor Smartwatch Terbesar Dunia Kuartal I-2026
Berdasarkan data Counterpoint Research, berikut lima produsen smartwatch terbesar dunia pada kuartal pertama 2026:
- Apple
- Huawei
- Xiaomi
- Imoo
- Samsung
Harga Smartwatch Global Ikut Meningkat
Selain pertumbuhan pasar, Counterpoint juga menemukan adanya kenaikan harga jual rata-rata smartwatch secara global. Pada kuartal pertama 2026, rata-rata harga smartwatch meningkat 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh semakin banyaknya penggunaan sensor canggih, integrasi kecerdasan buatan (AI), serta fitur pemantauan kesehatan yang lebih lengkap pada perangkat wearable generasi terbaru.
Di sejumlah negara berkembang, termasuk India, konsumen mulai beralih dari smartwatch kelas dasar menuju perangkat yang menawarkan fitur premium. Pergeseran preferensi ini turut mendorong kenaikan harga rata-rata pasar secara keseluruhan.
Fitur Kesehatan dan AI Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Counterpoint menilai industri smartwatch kini memasuki fase pertumbuhan yang lebih sehat setelah sempat mengalami perlambatan pada 2024.
Berbagai inovasi teknologi menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan minat konsumen. Beberapa di antaranya meliputi konektivitas satelit, dukungan jaringan 5G RedCap, integrasi AI, hingga kemampuan pemantauan kesehatan yang semakin komprehensif seperti deteksi sleep apnea dan pemantauan hipertensi.
Meskipun industri elektronik secara umum menghadapi tantangan berupa kenaikan harga memori dan komponen penyimpanan, dampaknya terhadap smartwatch dinilai relatif terbatas karena struktur biaya perangkat wearable lebih rendah dibandingkan produk elektronik lainnya.
Melihat tren tersebut, Counterpoint Research memperkirakan pasar smartwatch global masih akan terus bertumbuh hingga 2030 dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sekitar 3 persen.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa smartwatch tidak lagi sekadar perangkat pendamping smartphone, melainkan telah berkembang menjadi alat pemantau kesehatan dan gaya hidup yang semakin penting bagi pengguna modern.









