Meta Uji WhatsApp Plus, Layanan Premium dengan Fitur Kustomisasi Lebih Lengkap
Marknews.id – Langkah ekspansi monetisasi kembali diperlihatkan oleh Meta Platforms. Setelah lebih dulu menguji fitur berbayar di Facebook dan Instagram, perusahaan teknologi tersebut kini mengarahkan fokusnya ke WhatsApp. Aplikasi pesan instan dengan miliaran pengguna itu dilaporkan tengah menyiapkan layanan langganan premium bertajuk WhatsApp Plus.
Informasi ini mencuat dari laporan WABetaInfo yang menemukan sejumlah fitur eksklusif mulai muncul pada pembaruan beta Android terbaru. Temuan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa skema berlangganan tengah diuji sebelum dirilis secara luas.
Tidak Mengganggu Layanan Gratis
Kehadiran WhatsApp Plus dipastikan tidak akan mengubah fungsi utama aplikasi. Pengguna tetap dapat menikmati layanan inti seperti pengiriman pesan, panggilan suara, video call, hingga sistem keamanan enkripsi end-to-end tanpa biaya tambahan.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Meta berupaya menjaga kenyamanan pengguna umum, sambil membuka opsi baru bagi segmen pengguna yang membutuhkan fitur lebih personal dan fleksibel.
Fokus pada Personalisasi dan Produktivitas
Berbeda dari layanan gratis, WhatsApp Plus dirancang untuk meningkatkan pengalaman pengguna dari sisi tampilan dan pengelolaan percakapan. Fitur yang ditawarkan bukan sekadar kosmetik, tetapi juga menyentuh aspek efisiensi komunikasi.
Beberapa fitur unggulan yang disiapkan antara lain:
- Kustomisasi tema aplikasi dengan berbagai pilihan warna baru yang lebih variatif
- Opsi ikon aplikasi dengan desain unik dan beragam gaya visual
- Kapasitas pin chat hingga 20 percakapan untuk akses cepat
- Koleksi stiker premium dengan efek animasi yang lebih ekspresif
- Pilihan nada dering eksklusif untuk notifikasi yang lebih personal
- Pengaturan chat berbasis kategori dengan penyesuaian tema dan notifikasi secara massal
Dengan kombinasi tersebut, WhatsApp Plus tampak menyasar pengguna aktif yang mengandalkan aplikasi ini sebagai alat komunikasi utama, baik untuk kebutuhan personal maupun profesional.
Skema Harga dan Tahap Uji Coba
Dari sisi harga, layanan ini diperkirakan berada di kisaran yang relatif terjangkau. Berdasarkan bocoran antarmuka pengguna di wilayah Eropa, biaya langganan dipatok sekitar 2,49 euro per bulan atau setara Rp 40 ribuan. Sementara di pasar lain, estimasi harga berkisar 2,99 dolar AS per bulan.
Saat ini, WhatsApp Plus masih dalam tahap uji coba terbatas di perangkat Android. Meta disebut akan memanfaatkan fase ini untuk mengumpulkan masukan pengguna sebelum memperluas peluncuran ke platform lain seperti iOS dan desktop.
Arah Baru Monetisasi Aplikasi Pesan
Peluncuran WhatsApp Plus dapat dibaca sebagai langkah strategis Meta dalam mendiversifikasi sumber pendapatan. Selama ini, WhatsApp dikenal sebagai platform bebas iklan dan biaya, berbeda dengan layanan lain di bawah naungan Meta.
Namun, dengan menawarkan fitur tambahan yang bersifat opsional, Meta mencoba menciptakan model bisnis baru tanpa mengorbankan pengalaman pengguna utama. Jika strategi ini berhasil, bukan tidak mungkin tren serupa akan diikuti oleh platform pesan instan lainnya.
Ke depan, keberhasilan WhatsApp Plus akan sangat ditentukan oleh sejauh mana fitur premium yang ditawarkan benar-benar memberikan nilai tambah yang relevan bagi pengguna.











