Posko Nataru Berakhir, Operasional Bandara Adisutjipto Berjalan Aman dengan Zero Accident
Marknews.id, Yogyakarta – Bandar Udara Adisutjipto resmi menutup Posko Pelayanan Angkutan Udara Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 pada Senin (5/1). Penutupan ini menandai berakhirnya layanan posko yang berlangsung selama 21 hari, terhitung sejak 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan bandara.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandar Udara Adisutjipto menyebut pelaksanaan posko berjalan lancar dan aman, seiring tingginya koordinasi antarinstansi. Keberadaan posko dinilai krusial dalam menjaga kelancaran arus penumpang sekaligus memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan selama periode libur panjang akhir tahun.
“Kami manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandar Udara Adisutjipto mengucapkan apresiasi dan banyak terima kasih atas dukungan serta kerjasama semua pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan posko pelayan angkutan udara natal 2025 dan tahun baru 2026, dan juga peran serta dari seluruh instansi stakeholder bandara yang telah membantu untuk menjaga aspek keselamatan juga keamanan penerbangan sesuai dengan program 3S + 1C (Safety, Security, Services dan Compliance), sehingga kami dapat mempertahankan kinerja operasional bandara dengan catatan zero accident,” ujar General Manager Bandar Udara Adisutjipto, Wibowo Cahyono Soekadi.
Dari sisi kinerja operasional, Bandara Adisutjipto mencatat lonjakan signifikan selama periode posko. Jumlah penumpang mencapai 13.117 orang, meningkat 123 persen dibandingkan Posko Nataru 2024/2025 yang melayani 5.880 penumpang. Sementara itu, pergerakan pesawat tercatat sebanyak 308 penerbangan atau naik 152 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 122 penerbangan.
“Selama periode posko yang berlangsung 21 satu hari tersebut, Bandar Udara Adisujtipto mencatatkan trafik sejumlah 13.117 penumpang atau naik 123 % dibandingkan dengan periode Posko Nataru 2024/2025 yang mencapai 5.880 penumpang. Untuk jumlah pesawat yaitu 308 flight atau meningkat 152 % dari tahun lalu 122 flight. Pada periode Nataru tahun ini sejumlah maskapai juga mengajukan ekstra flight, dengan total ekstra flight sampai dengan akhir periode posko sebanyak 70 flight,” tambah Wibowo.
Tak hanya pada momen Nataru, kinerja tahunan Bandara Adisutjipto sepanjang 2025 juga menunjukkan tren positif. Total penumpang yang dilayani sejak Januari hingga Desember 2025 mencapai 139.699 orang, meningkat 10 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 126.757 penumpang. Adapun pergerakan pesawat sepanjang 2025 mencapai 3.319 penerbangan, tumbuh 31 persen dibandingkan 2.536 penerbangan pada tahun sebelumnya.
Wibowo menjelaskan, rute penerbangan dengan trafik tertinggi masih didominasi perjalanan dari dan menuju Jakarta dengan total 137.884 penumpang. Rute lain yang mencatatkan angka cukup menonjol adalah Karimunjawa dengan 759 penumpang, disusul rute Bandung, Pangandaran, Surabaya, dan sejumlah tujuan lainnya.
“Penerbangan di Bandara Adisutjipto masih didominasi penerbangan dari dan menuju Jakarta, sehingga dengan semakin bertambahnya trafik kami berharap akan semakin bertambah pula rute – rute baru yang disediakan oleh Maskapai, sehingga akan menambah pilihan pernerbangan dari Bandara Adisutjipto,” pungkas Wibowo.
Meningkatnya trafik penerbangan ini turut membawa optimisme bagi pengelola bandara, khususnya terhadap potensi pengembangan layanan penerbangan menggunakan pesawat jenis ATR yang saat ini mendominasi operasional. Dengan pertumbuhan yang konsisten dibandingkan tahun 2024, Bandara Adisutjipto berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan agar pengguna jasa bandara merasakan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan.











