Beranda Berita Utama Pemkot Yogyakarta Perketat Kebersihan Malioboro Jelang Malam Tahun Baru
Berita Utama

Pemkot Yogyakarta Perketat Kebersihan Malioboro Jelang Malam Tahun Baru

Marknews.id – Yogyakarta bersiap menghadapi membludaknya kunjungan wisatawan pada malam pergantian tahun dengan memperkuat sejumlah langkah pengelolaan kebersihan, khususnya di kawasan Malioboro. Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memastikan jalur wisata utama itu tetap tertata selama momen puncak liburan, mengingat volume sampah diperkirakan melonjak hampir dua kali lipat dari hari biasa.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menjelaskan bahwa persiapan dilakukan lebih awal agar kondisi Malioboro tidak semrawut saat ratusan ribu wisatawan mulai memadati area tersebut menjelang hitung mundur malam tahun baru.

Dalam pernyataannya di Gedung Pusat UGM pada Jumat, 12 Desember 2025, Hasto menegaskan bahwa imbauan kepada pengunjung akan terus disampaikan sepanjang malam perayaan.

“Volume sampah malam tahun baru biasanya meningkat signifikan, terutama di Malioboro. Kita akan melakukan pengumuman berkala agar wisatawan membuang sampah di tempatnya dan tidak mengotori jalanan,” ujar Hasto.

Ia menambahkan bahwa ratusan petugas kebersihan dikerahkan sebelum, saat, hingga setelah perayaan. Tempat sampah portabel juga disiapkan di titik-titik yang diprediksi menjadi pusat kerumunan.

“Kita ingin Malioboro tetap menjadi ruang publik yang nyaman. Wisatawan silakan merayakan malam tahun baru, tetapi mohon ikut menjaga kebersihan,” ucapnya.

Depo Sampah Dibersihkan dan Ditutup Sementara

Menjelang periode Natal dan Tahun Baru, Pemkot turut melakukan sterilisasi depo-depo sampah besar yang biasanya menjadi titik rawan penumpukan.

“Depo Mandala Krida dan RNI hari ini sudah kosong dan bersih. Saya tutup sementara menjelang Natal dan Tahun Baru agar tidak ada penumpukan. Kita ingin depo dalam kondisi steril,” tegas Hasto.

Langkah ini dilakukan agar proses pengangkutan dan pengolahan sampah berjalan lebih cepat selama puncak kunjungan akhir tahun.

Rekayasa Lalu Lintas Tetap Dipantau

Selain kebersihan, Pemkot juga memantau kondisi lalu lintas yang berpotensi mengalami lonjakan kendaraan. Sejumlah rekayasa diberlakukan pada lokasi-lokasi strategis, termasuk penutupan parsial Jembatan Kewek untuk membatasi kendaraan bertonase besar.

“Situasi sampai hari ini masih relatif lancar, tetapi malam ini menjadi barometer utama,” kata Hasto.

Tindakan penertiban juga dilakukan terhadap bukaan separator ilegal yang muncul di kawasan Kota Baru.

“Pembukaan separator itu tidak semestinya dilakukan dan akan kami tinjau lagi,” ujarnya.

Mitigasi Kepadatan Malioboro

Arus wisatawan yang menyemut di Malioboro biasanya merambat ke jalur-jalur penghubung di sekelilingnya. Untuk mencegah kepadatan bermuara ke pusat kota, Pemkot menyiapkan kantong-kantong parkir tambahan.

“Kridosono bisa kita buka. Menara Kopi juga siap menampung bus besar maupun kecil,” jelas Hasto.

Ia mengingatkan bahwa jumlah wisatawan domestik yang datang ke Yogyakarta tahun ini diperkirakan kembali menembus 10 juta kunjungan. Gelombang terbesar umumnya terjadi pada Desember, terutama pada malam pergantian tahun.

“Yang penting situasi tetap terkendali. Kebersihan dan kenyamanan Malioboro adalah prioritas kita bersama,” pungkasnya.

Sebelumnya

Pemkot Yogyakarta Evaluasi Ketat Rekayasa Lalu Lintas Jelang Libur Nataru 2025

Selanjutnya

KAI Daop 5 Perkuat Jalur dan Infrastruktur Rel Menjelang Nataru 2025/2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement