Beranda Opini Fathul Izar: Kitab Seks di Tengah Badai Romantika Modern
Opini

Fathul Izar: Kitab Seks di Tengah Badai Romantika Modern

Ilustrasi

Marknews.id – Di tengah derasnya arus budaya pop yang menyajikan kisah cinta dalam berbagai bentuk  dari drama Korea yang manis, drama China yang penuh fantasi, hingga sinetron lokal yang kadang berlebihan ada sebuah kitab klasik yang justru mengajarkan cinta dalam bingkai yang berbeda: penuh adab, kasih, dan tanggung jawab.

Namanya kitab Fathul Izar.

Kitab ini tak sepopuler film romantis yang viral di Netflix atau adegan ciuman di layar kaca, tapi isinya justru jauh lebih dalam. Ia bukan sekadar membahas hubungan suami istri, tapi menuntun bagaimana dua insan saling mencintai dengan cara yang beradab  sesuatu yang mulai hilang di tengah zaman serba terbuka dan penuh rangsangan visual seperti sekarang.

Dari Pornografi hingga Drama Romantis: Cinta yang Disesatkan

Kita hidup di era di mana cinta mudah dijual dan dinikmati lewat layar.
Adegan romantis di drama Korea membuat banyak orang berandai-andai.
Drama Tiongkok dengan kisah cinta abadi menggoda hati.
Sinetron Indonesia pun tak kalah, dengan kisah asmara yang penuh tangis dan pengkhianatan.

Di sisi lain, pornografi dengan mudah diakses siapa pun, bahkan anak-anak. Hubungan suami istri direduksi menjadi nafsu semata, tanpa makna spiritual dan tanggung jawab moral.

Di tengah situasi seperti ini, kitab Fathul Izar muncul sebagai oase yang menyejukkan. Kitab ini menegaskan bahwa cinta, kasih, dan hubungan antara laki-laki dan perempuan tidak boleh dipisahkan dari niat ibadah dan adab Islam.

Kitab Klasik yang “Dewasa” tapi Penuh Adab

Ditulis oleh Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Kudus, ulama Nusantara yang masyhur di kalangan pesantren, Fathul Izar memang membahas hal-hal yang dianggap sensitif: pernikahan, hubungan suami istri, hingga etika ranjang. Namun, bahasa dan sudut pandangnya sama sekali tidak vulgar.

Justru, kitab ini menjadi semacam “panduan etika” yang membedakan antara cinta yang suci dan nafsu yang liar. Ia menjelaskan bagaimana Islam mengatur segala hal dengan penuh keseimbangan  termasuk urusan yang sangat pribadi sekalipun.

Dalam kitab ini, bahkan ada doa dan tata krama sebelum hubungan suami istri dilakukan. Ada adab menjaga kebersihan, waktu yang tepat, hingga anjuran memperlakukan pasangan dengan lembut dan penuh kasih.

Semua itu menunjukkan: dalam Islam, hubungan fisik bukan sekadar kesenangan, tetapi bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral.

Ketika Santri Belajar Tentang Cinta dan Adab

Kitab Fathul Izar biasanya hanya diajarkan di pesantren kepada santri yang sudah cukup dewasa  baik usia maupun pengetahuan agamanya. Hal ini karena pembahasannya tidak ringan dan memerlukan bimbingan.

Namun yang menarik, kitab ini tidak pernah mendorong rasa ingin tahu yang keliru seperti yang muncul dari tontonan modern. Sebaliknya, ia menumbuhkan rasa hormat terhadap pasangan, serta kesadaran bahwa cinta sejati harus disertai adab dan tanggung jawab.

Kembali ke Akar: Cinta yang Tidak Sekadar Nafsu

Budaya populer hari ini sering memuja cinta sebagai sesuatu yang bebas: tanpa batas, tanpa tanggung jawab, bahkan tanpa restu Tuhan.
Kisah cinta dijadikan tontonan dan konsumsi publik, tapi lupa pada hakikatnya sebagai amanah dan ibadah.

Fathul Izar justru mengajak kita kembali ke akar: cinta yang mendekatkan pada Allah, bukan menjerumuskan pada dosa.
Ia mengajarkan bahwa kasih sayang antara laki-laki dan perempuan harus dijaga dengan adab, bukan dieksploitasi untuk tontonan.

Belajar dari Kitab, Bukan dari Layar

Di tengah derasnya tontonan romantis dan maraknya pornografi digital, mungkin kita perlu sejenak menengok kitab lama yang bijak ini.
Fathul Izar bukan sekadar teks kuno di rak pesantren, tapi pengingat bahwa cinta sejati tidak lahir dari syahwat dan drama, melainkan dari adab, kasih, dan tanggung jawab.

Karena pada akhirnya, Islam tak menolak cinta  Islam hanya ingin cinta itu beradab.

Sebelumnya

Ternyata Balai Yasa Yogyakarta Pernah Membuat Lokomotif

Selanjutnya

Revolusi Beras

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement