Beranda Pendidikan Kecacingan Masih Jadi Ancaman di Indonesia, Ahli UGM Ingatkan Bahaya FOMO Obat Cacing
Pendidikan

Kecacingan Masih Jadi Ancaman di Indonesia, Ahli UGM Ingatkan Bahaya FOMO Obat Cacing

Marknews,id , Yogyakarta – Masalah kecacingan masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Data terbaru menunjukkan prevalensinya mencapai 35 persen. “Artinya dari 100 (orang), ada 35 yang kena,” jelas Prof. dr. E. Elsa Herdiana Murhandarwati, M.Kes, Ph.D, Ketua Departemen Parasitologi FK-KMK UGM, dalam podcast TropmedTalk yang digelar Pusat Kedokteran Tropis (PKT) UGM.

Kasus di Sukabumi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu menjadi sorotan publik setelah muncul laporan masyarakat terinfeksi cacing dalam jumlah besar. Fenomena ini bahkan memicu tren mengonsumsi obat cacing secara mandiri lantaran takut tertular. Fenomena tersebut dikenal dengan istilah fear of missing out atau FOMO.

“Tentu ada dampak negatifnya, walaupun obat cacing itu aman,” ujar Prof. Elsa. Ia mengingatkan bahwa konsumsi obat cacing tanpa indikasi medis yang jelas justru bisa mengganggu flora usus, menimbulkan resistensi, dan menciptakan rasa aman semu. Menurutnya, masyarakat mungkin merasa sudah terlindungi hanya dengan minum obat, padahal langkah utama yang lebih penting adalah perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta sanitasi lingkungan.

Pemerintah telah menjalankan program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) untuk menekan angka kecacingan. Dalam program ini, anak-anak usia sekolah rutin mendapat obat cacing satu hingga dua kali setahun sesuai kondisi daerah. Namun, Prof. Elsa menegaskan efektivitas program akan berkurang bila sanitasi lingkungan diabaikan.

“Reinfeksi (tertular kembali setelah sembuh) bisa terus terjadi kalau lingkungan dibiarkan tercemar,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa ancaman kecacingan tidak hanya dialami anak-anak. Orang dewasa tetap berisiko tertular bila lalai menjaga kebersihan diri maupun makanan. “Kecacingan bisa menyerang siapa saja, bukan hanya anak-anak. Jadi perilaku hidup bersih dan sehat itu penting untuk semua usia,” tambahnya.

Infeksi cacing tidak bisa dianggap remeh. Pada tingkat berat, kondisi ini dapat menyebabkan sakit perut, diare, hingga keluarnya cacing dari mulut. Dalam kasus tertentu, komplikasi berbahaya seperti sumbatan usus hingga sepsis bisa terjadi dan berujung pada kematian jika tidak segera ditangani.

Selain itu, kecacingan juga berdampak pada gizi anak. Prof. Elsa menegaskan infeksi cacing berkontribusi pada stunting karena cacing menyerap nutrisi, merusak penyerapan makanan di usus, dan menurunkan nafsu makan.

Menurut Prof. Elsa, penting bagi masyarakat untuk tidak terjebak fenomena FOMO obat cacing. Upaya pencegahan utama justru terletak pada kebiasaan sederhana yang konsisten dilakukan, seperti mencuci tangan dengan sabun, memakai alas kaki, menggunakan jamban yang layak, serta mengelola sampah dengan benar.

“Kecacingan adalah masalah komunitas, bukan hanya individu. Upaya pencegahannya harus kolektif, dimulai dari rumah hingga lingkungan,” pungkasnya.

Sebelumnya

Daftar Ponsel dan Tablet Samsung yang Kebagian One UI 8, Cek Punyamu!

Selanjutnya

Hutan Wisata Kucur, Destinasi Alam Keluarga yang Makin Populer di Ponorogo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement